POJOKSATU.ID - Pertemuan antara jajaran pemerintah dan Himpunan Bank Negara di Istana Merdeka juga turut membahas dinamika situasi ekonomi global terkini.
Salah satu topik krusial yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah mengenai kondisi fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyampaikan kabar baik mengenai tren penurunan harga komoditas energi tersebut di pasar internasional.
Saat ini harga minyak dunia dilaporkan telah mengalami penurunan hingga berada di bawah level 80 dolar Amerika Serikat per barel.
Baca Juga: Mendorong Pemerataan Ekonomi, Presiden Prabowo Minta Himbara Prioritaskan UMKM
Penurunan harga komoditas utama ini diharapkan mampu memberikan sentimen yang sangat positif bagi stabilitas perekonomian nasional Indonesia.
Momentum penurunan beban energi ini dipandang sebagai kesempatan emas bagi sektor domestik untuk melakukan akselerasi pertumbuhan.
Lebih jauh lagi pemerintah menegaskan visi besar jangka panjang agar perekonomian Indonesia bisa menjadi sistem yang berdikari.
Konsep berdikari ini mengarahkan bangsa agar mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa ketergantungan berlebih pada pihak asing.
Baca Juga: Dialog Presiden Prabowo dan Coach John: Obsesi Lolos Piala Dunia dan Kesiapan Skuad Garuda
Untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut peran aktif dari pihak perbankan nasional dinilai menjadi sangat krusial dan mendesak.
Bank-bank yang tergabung dalam Himbara diinstruksikan untuk memberikan dukungan penuh serta bantuan modal yang strategis bagi industri dalam negeri.
Dengan sokongan finansial yang tepat dari Himbara struktur ekonomi nasional diyakini akan menjadi jauh lebih mandiri dan tangguh.
Kemandirian ekonomi ini nantinya akan menjadi modal utama Indonesia dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di tingkat global.***




