POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, ke Istana Merdeka pada hari Kamis untuk membahas penguatan sektor energi nasional.

Pertemuan penting tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi geopolitik global yang hingga saat ini masih belum menentu dan penuh tantangan.

Dalam kesempatan itu, kepala negara memberikan arahan tegas agar pemerintah segera mempercepat pengembangan berbagai sumber energi alternatif.

Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa langkah ini sangat krusial untuk memperkuat fondasi ketahanan energi di dalam negeri.

Baca Juga: Tegakkan Aturan Main, Mensesneg Minta Penyelenggara MBG Patuhi SOP Standar Gizi untuk BGN

Salah satu agenda utama yang menjadi prioritas pemerintah saat ini adalah mempercepat program peralihan konsumsi masyarakat dari LPG ke CNG.

Diversifikasi energi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan bakar saja.

Selain fokus pada energi alternatif, pertemuan di Istana Merdeka tersebut juga membahas tentang perbaikan tata kelola sektor pertambangan nasional.

Pemerintah berkomitmen untuk melakukan pendataan ulang sektor pertambangan guna menciptakan sistem manajemen yang lebih transparan dan akuntabel.

Baca Juga: Optimalisasi Dana MBG Melalui Penataan Layanan di Wilayah Terluar dan Kelompok Rentan

Evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan pasokan energi nasional, termasuk pasokan listrik dari PLN dan ketersediaan BBM, juga turut menjadi agenda pembicaraan.

Melalui langkah-langkah strategis ini, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi gejolak ekonomi global dengan lebih siap.

Segala upaya percepatan ini ditujukan demi menyelaraskan sektor hilirisasi dengan kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.

Oleh karena itu, koordinasi intensif antara presiden dan kementerian terkait akan terus ditingkatkan secara berkala.***