POJOKSATU.id, JAKARTA—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) membantah pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menegaskan mereka telah mengirimkan surat kepada pria yang mengaku salah satu Wakasat di Polres Jakpus di Polda Metro Jaya.

“Di sini saya ingin klarifikasi dan juga kembali menegaskan bahwa lagi-lagi pemerintah melalui Polri terus membohongi rakyatnya,” tegas Yatalathof dalam video yang beredar, Minggu (14/6).

Baca Juga: Fernando Emas Peringatkan Pemerintahan Prabowo, Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Dia pun heran bagaimana bisa Polri mengklaim aksi Menuju Indonesia Bangkrut yang diadakan di Bundaran HI, bahwa BEM UI tidak mengirimkan surat pemberitahuan aksi.

Dia pun heran dan mempertanyakan sejak kapan aksi tak boleh dilaksanakan di Bundaran Hotel Indonesia. Dia pun mempertanyakan sejak kapan aksi harus seizin Polri.

“Berikut buktinya bahwa Polri kembali membohongi rakyat. Di sini tertera ada yang mengaku Wakasat Polres Jakpus saat kita mendaftar pemberitahuan aksi. Dan kami harus memberikan bukti surat pemberitahuan aksinya,” jelasnya.

Baca Juga: Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo di Gejayan, Terima Kasih Pak Prabowo

BEM UI juga mengatakan bahwa surat dikirimkan tiga hari sebelum kegiatan dan sudah sesuai dengan undang-undang terkait penyampaian pendapat di muka umum.

Pernyataan tersebut merespons keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, yang menyatakan bahwa BEM UI belum mengirimkan surat pemberitahuan aksi.

Berita sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan ternyata mahasiswa UI belum mengirim surat pemberitahuan unjuk rasa kepada polisi.

"Sampai pukul 17.34 WIB, hari ini kami sudah melakukan pengecekan di Polres Depok, Intelkam Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Pusat, belum ada surat yang dikirim dari BEM UI dalam pemberitahuan penyampaian aspirasi di hari ini,” katanya Jumat 12 Juni sore.

“Belum ada, atau sampai dengan detik ini tidak ada surat pemberitahuan," kata Budi, kepada wartawan di Bundaran HI.***