POJOKSATU.ID — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui Chief Investment Officer (CIO) mereka, Pandu Sjahrir, mengumumkan rencana strategis untuk membuka rekrutmen pegawai secara besar-besaran.

Langkah ini dilakukan dalam rangka mengisi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di anak usaha mereka yang baru dibentuk, yaitu PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Saat ini, perusahaan yang bergerak di sektor ekspor sumber daya alam (SDA) tersebut tercatat baru memiliki satu orang pegawai saja, yaitu Luke Thomas Mahony yang memegang posisi sebagai direktur utama.

Status DSI sendiri baru saja resmi berubah menjadi persero BUMN pada Senin pekan lalu, sebuah proses peralihan yang dinilai berjalan cukup cepat setelah pembentukan awalnya.

Baca Juga: Akselerasi Kesiapan Kerja Dunia Digital, Hacktiv8 Gelar Pelatihan AI Gratis Maju Bareng AI

Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa pembentukan struktur organisasi di tubuh DSI akan dilakukan secara bertahap.

Metode ini serupa dengan pola pertumbuhan awal BPI Danantara yang pada Februari tahun lalu hanya bermodalkan tiga orang pegawai.

Namun kini telah berkembang pesat hingga mencapai sekitar 450 pegawai dalam kurun waktu satu tahun saja.

Menariknya, pencarian talenta untuk mengisi pos di DSI tidak hanya akan menyasar tenaga kerja lokal, melainkan juga dibuka ke kancah global.

Baca Juga: Jadwal Resmi Linimasa Pengajuan Pencairan Gaji Ke-13 Tahun 2026 bagi ASN dan Pensiunan!

Langkah rekrutmen internasional ini diambil karena sektor bisnis perdagangan komoditas dan pembiayaan perdagangan internasional yang digeluti DSI menuntut keahlian yang sangat spesifik.

Sebagai contoh, Pandu menyebutkan bahwa talenta dengan kualifikasi khusus seperti trader batu bara jumlahnya sangat minim di dunia, yakni hanya berkisar di angka 2.000 orang saja.

Kebutuhan akan tenaga ahli di bidang pembiayaan perdagangan saat ini dinilai sudah sangat mendesak.

Karena minimnya ketersediaan talenta lokal di bidang tersebut, penyerapan tenaga kerja asing diharapkan mampu menjadi jembatan transfer pengetahuan (transfer of knowledge) yang efektif bagi perkembangan organisasi ke depan.

Kendati membuka pintu bagi talenta global, DSI tidak melupakan ekosistem dalam negeri. Perusahaan juga turut membuka peluang bagi para SDM terampil dari internal BUMN yang sudah ada untuk ikut bergabung.

Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat penguatan kapasitas organisasi melalui proses belajar bersama (collaborative learning) demi menyokong bisnis ekspor komoditas nasional.***