POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pemerintah telah menarik utang baru atau ngutang lagi tahun 2026 ini sebesar Rp305,5 triliun untuk membiayai APBN tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, realisasi penarikan utang tersebut masih sesuai dengan rencana pemerintah.
Nilainya setara 36,7 persen dari target pembiayaan utang sepanjang 2026 yang dipatok Rp832,21 triliun.
“Ini sesuai dengan rencana. Jadi pembiayaan terjaga dan terukur saya pikir,” kata Purbaya dikutip Kamis 21 Mei 2026.
Baca Juga: Kilas Balik 21 Mei 1998, Detik-Detik Habibie Mencopot Prabowo, Episode Penting di Awal Reformasi
Meski besar, angka penarikan utang itu sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang telah mencapai Rp305,9 triliun.
Selain dari utang, pemerintah juga menggunakan pembiayaan non utang sekitar Rp7 triliun atau setara 4,9 persen dari target pembiayaan non utang tahun ini sebesar Rp143,1 triliun.
Dengan perkembangan tersebut, realisasi pembiayaan anggaran secara keseluruhan hingga akhir April 2026 mencapai Rp298,5 triliun.
Angka itu berasal dari penarikan utang baru yang dikurangi pembiayaan non utang.
Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Religi di Banda Aceh yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
Adapun realisasi pembiayaan anggaran untuk menutup defisit APBN tersebut sudah mencapai 43,3 persen dari target Rp689,1 triliun tahun ini.
Nilainya lebih tinggi dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp281,2 triliun.
Purbaya memastikan pemerintah tidak mengalami hambatan dalam menerbitkan surat utang karena kredibilitas APBN Indonesia masih terjaga di mata pasar.
“Karena kita cukup kredibel, kita tidak ada kesulitan untuk menerbitkan surat utang. Kita akan jaga terus kredibilitas APBN kita,” tandas Purbaya.***




