POJOKSATU.id, JAKARTA – Rupiah terus melemah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS). Per hari ini, Senin (18/5), nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.653 per Dolar AS.
Menanggapi ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo malah meyakini kondisi rupiah akan segera stabil.
Perry menegaskan hal ini usai mengikuti rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto, di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (18/5/2026).
"Yakin stabil," kata Perry singkat kepada wartawan, Senin.
Tak ada lagi komentar lain dari Gubernur BI ini. Dia langsung masuk ke mobil dan meninggalkan Kompleks Istana Negara.
Selain Perry, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani ikut dalam rapat bersama Presiden Prabowo. Rapat dimulai sekitar pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB.
Gubernur BI Diminta Mundur
Mantan artis film yang saat ini menjadi politisi PAN, Primus Yustisio, meminta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya.
Desakan ini disampaikan Primus usai rupiah jatuh ke level terendah sepanjang sejarah yaitu Rp17.653 per Dolar AS pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026.
Primus Yustisio yang juga anggota Komisi XI DPR ini menilai kondisi ekonomi saat ini menunjukkan anomali, karena pertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen namun rupiah justru terus terpuruk hingga mendekati rekor terendah terhadap Dolar AS.
“Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust. Bank Indonesia sudah menyampingkan kredibilitasnya,” kata Primus dalam rapat bersama BI di Kompleks Parlemen, Senin, 18 Mei 2026.
Politisi PAN ini menilai pelemahan Rupiah tidak bisa lagi semata-mata dibandingkan terhadap Dolar AS, sebab mata uang Garuda juga terus melemah terhadap berbagai mata uang lain seperti Dolar Singapura, Dolar Australia, Ringgit Malaysia, hingga Euro.
Menurut Primus, kondisi tersebut menunjukkan ada persoalan serius dalam kepercayaan pasar terhadap bank sentral Indonesia.
“Kadang-kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan,” ujarnya.***




