POJOKSATU.id - Polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik.

Namun di tengah derasnya perdebatan di media sosial, SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak justru menunjukkan sikap saling menghormati dan mendukung satu sama lain.

SMAN 1 Sambas melalui pernyataan resmi yang diunggah di media sosial instagram@smansa_sambas pada Jumat (15/5/2026) menegaskan menolak pelaksanaan pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga: Video 'Guru Bahasa Inggris dan Murid' Viral di TikTok dan X, Cek Fakta Link Durasi 6 Menit yang Banyak Dicari

Pernyataan itu disampaikan bersama dewan guru, staf tata usaha, peserta lomba, dan orang tua siswa demi menjaga marwah pendidikan serta kesehatan mental peserta didik.

“SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” demikian salah satu poin pernyataan sikap sekolah.

SMAN 1 Sambas Bantah Tuduhan Kecurangan
Pihak sekolah menyatakan tetap menghormati seluruh keputusan resmi yang telah ditetapkan dalam mekanisme penyelenggaraan lomba.

Baca Juga: Film Semua Akan Baik-Baik Saja Tembus 300 Ribu Penonton, Baim Wong Puji Akting Alim

Mereka juga meyakini tim LCC SMAN 1 Sambas telah mengikuti kompetisi sesuai tata tertib yang berlaku dan disepakati seluruh peserta sejak awal.

Namun sekolah menyayangkan polemik yang berkembang di media sosial karena dinilai menyeret nama baik sekolah, guru, siswa, hingga alumni.

“Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas,” tulis pihak sekolah.

Baca Juga: Turun Berat Badan Lebih Cepat dengan Lari atau Angkat Beban? Simak Penjelasannya

Selain itu, SMAN 1 Sambas juga meminta penyelenggara untuk memulihkan nama baik sekolah serta memberikan jaminan keamanan psikologis kepada siswa sebelum mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.

SMAN 1 Pontianak Beri Dukungan
Sebelumnya, SMAN 1 Pontianak juga menyatakan tidak akan mengikuti pelaksanaan final ulang yang diputuskan MPR RI.

Pernyataan tersebut ditandatangani Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, pada Kamis (14/5/2026).

Sekolah menegaskan langkah yang dilakukan sejak awal bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan demi memperoleh klarifikasi dan memastikan mekanisme lomba berjalan transparan, objektif, serta akuntabel.

Baca Juga: Jogging Setiap Hari Aman atau Tidak? Simak Tips Lari agar Tubuh Tak Kaget

Dalam pernyataannya, SMAN 1 Pontianak juga memberikan dukungan kepada SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Tak hanya itu, pihak sekolah turut menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi selama polemik berlangsung.

MPR RI Akan Lakukan Evaluasi
Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, sebelumnya memutuskan final LCC 4 Pilar Kalbar akan diulang setelah muncul polemik penilaian pada babak final yang viral di media sosial.

MPR RI juga mengakui adanya kekurangan dalam penyelenggaraan lomba dan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pergantian dewan juri pada final ulang mendatang. ***