POJOKSATU.id, RIAU—Kejadian tragis terjadi di Desa Muara Dilam, Kunto Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.
Anak perempuan usia 11 tahun inisial AA tewas di tangan ibu kandungnya DR (41) dengan kondisi mulut disumpal ikan rambut, rambut dan kertas.
Ibu korban berdalih sedang melakukan pengobatan spriritual disebabkan korban disebutnya sedang mengalami kerasukan. Ibu korban DR kini telah ditangkap Satreskrim Polres Rohul.
Korban AA sebelumnya dalam kondisi sakit dan disebut-sebut mengalami kerasukan.
Kapolres Rohul, AKBP Emil Eka Putra, mengatakan bahwa peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026, di rumah pelaku.
Baca Juga: Tiga Kandidat Ketua RW 05 Tanjung Resmi Muncul, Panitia Masih Buka Jalan Aklamasi
Menurut Emil, kasus ini terungkap setelah dilaporkan oleh ayah kandung korban ke Polisi.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku sengaja melakukan tindakan tersebut sebagai bagian dari pengobatan terhadap korban.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan tindakan tersebut sebagai pengobatan spiritual terhadap korban, dengan alasan korban mengalami kerasukan," ungkap Emil, Minggu (17/5/2026).
"Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka memar di beberapa bagian kepala serta sejumlah benda di dalam mulut korban yang menyumbat saluran pernapasan," kata Emil.
Baca Juga: Sepi Peminat! Hingga Deadline Pendaftaran, Belum Ada Kandidat Ketua RW 03 Karang Tengah Karawang
Berdasarkan keterangan saksi pelapor atau ayah korban, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis lalu (14/5), pelaku mulai melakukan kekerasan fisik terhadap korban menggunakan tangan kosong.
Saat saksi mencoba menghentikan tindakan tersebut, pelaku justru memukul korban dan saksi menggunakan sebuah kaleng bekas susu kental manis yang dijadikan asbak.
Tidak hanya itu, pelaku juga memasukkan rambut, ikat rambut, dan kertas ke dalam mulut korban.
Emil mengatakan, benda-benda tersebut menutupi saluran pernapasan korban.
Hingga sekitar pukul 18.30 WIB, korban sempat berteriak meminta pertolongan.
Namun, warga sekitar yang mendengar jeritan tersebut, awalnya tidak berani masuk ke rumah pelaku.
Setelah beberapa waktu, masyarakat bersama tokoh setempat akhirnya membuka pintu dan mengamankan pelaku serta korban.
Warga kemudian memanggil bidan desa. Namun, setelah diperiksa ternyata korban sudah meninggal dunia. ***



.webp)
