POJOKSATU.id, PALEMBANG-- Serda RN yang berdinas di Batalyon Raider 200 Gandus diamankan Denpom usai menembak mati rekannya Pratu Ferischal di kafe Panhead Kota Palembang, Sabtu (16/5) sekitar pukul 02.40 WIB.
Serda RN masih menjalani pemeriksaan intensif di Denpom II/Sriwijaya Palembang usai menembak mati rekannya sesama prajurit TNI gara-gara senggolan di kafe.
Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania membenarkan bahwa anggotanya telah mengamankan Serda RN pasca insiden penembakan tersebut.
“Ya, yang bersangkutan sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Denpom II/Sriwijaya,” kata Yordania saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Sosok Pratu PS Tewas Ditembak Rekan Sesama TNI AD di Kafe Panhead, Bertugas di Kesehatan
Pratu Ferischal diketahui berdinas di Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Kesdam II/Sriwijaya. Ia menjadi prajurit TNI sejak tahun 2022 dan telah berpangkat Pratu.
Faradita, adik kandung Pratu Ferischal, mengatakan keluarga tidak ingin kasus tersebut ditutup-tutupi karena menyangkut hilangnya nyawa seseorang.
“Kami minta kasus ini jangan ditutupi. Harus transparan karena ini menyangkut nyawa orang. Kakak saya meninggal karena ditembak, jadi pelaku harus dihukum setimpal sesuai perbuatannya,” tegas Faradita.
Faradita, menyebut kakaknya terakhir bertemu keluarga pada Jumat sore (15/5) atau beberapa jam sebelum anggota TNI AD ini tewas pada Sabtu (16/5) sekira pukul 02.30 WIB.
Baca Juga: Duel Sesama Anggota TNI AD di Kafe Panhead Palembang, Pratu PS Tewas Ditembak Sertu RN
Dia terakhir bertemu dengan kakaknya pada Jumat sore (15/5) sekitar pukul 16.00 WIB saat korban datang ke rumah tantenya untuk menanyakan kabar keluarga.
“Sudah lama tidak bertemu. Kemarin sore kakak tiba-tiba datang ke rumah tante, sempat ngobrol dan saya minta uang Rp10 ribu. Setelah itu kakak pamit pergi lagi,” ungkapnya.
Faradita mengaku keluarganya sangat terpukul setelah menerima kabar kakaknya meninggal dunia akibat luka tembak yang dilakukan sesama anggota TNI yaitu Sertu RN (23).
“Subuh sekitar pukul 06.00 WIB saya ditelepon tante, diberitahu kalau kakak meninggal dunia akibat ditembak sesama oknum TNI,” ujar Faradita saat ditemui di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sabtu.
Setelah menerima kabar dari tantenya, dia langsung menuju rumah sakit dan mendapati kakaknya telah meninggal dunia dengan luka tembak di bagian perut.
“Keluarga sangat syok karena kakak meninggal dunia dengan cara tidak wajar ditembak seperti ini,” katanya.***




