POJOKSATU.id, TANGERANG – Tas Lululemon hasil curian sindikat oknum kargo Bandara Soekarno Hatta (Soetta) ternyata dijual cuma Rp 300 ribu per buah.
Harga ini jauh dibanding harga pasaran dimana tas ini dibanderol kisaran Rp1,1 juta hingga Rp2,5 juta.
Korban dalam perkara ini adalah PT Pungkook Indonesia One yang beralamat di Grobogan, Jawa Tengah, sebagai penghasil tas tersebut.
Brand Lululemon menjual beberapa jenis tas mulai crossbody bag, backpack, shoulder bag, hingga tote bag.
Baca Juga: Bandara Dhoho Dinilai Permudah Keberangkatan Umroh Wilayah Selatan Jatim
Sebagai contoh City Essentials Mini Shoulder Bag 1L dibanderol Rp 1.120.000. Sementara Everyday Backpack 21L dihargai Rp 2.056.000.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026) menyebutkan sindikat tas ini dipimpin oknum kargo Bandara Soekarno-Hatta.
Ketiga tersangka berinisial R alias K, A, dan F. Mereka ditangkap di wilayah Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (29/4) sekitar pukul 00.30 WIB.
Pelaku R, yang menjadi otak pelaku, bekerja sebagai tim operasional ekspor di Kargo Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Muhammad Farhan Ajak Pengusaha Bangkitkan Ekonomi Bandung, Soroti Bandara hingga Industri Kreatif
"Aksi pencurian itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun. Akibatnya, perusahaan ekspor PT Pungkook Indonesia One mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 1 miliar," ujarnya.
Kasus tersebut bermula dari laporan Nomor LP/B/48/IV/2026/SPKT/Polresta Bandara Soekarno-Hatta/Polda Metro Jaya tertanggal 27 April 2026 terkait kasus tindak pidana pencurian dan/atau penadahan.
Kronologinya, pada Senin (13/4/2026) pukul 15.30 WIB di area parkir Pergudangan Soewarna Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, perusahaan tersebut sebelumnya mengirimkan 4.749 tas merek Lululemon dari Grobogan menuju Shanghai, China, melalui kargo Garuda Indonesia.
Barang dikirim pada Jumat (10/4) dari Grobogan dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (13/4), sebelum dijadwalkan diterbangkan ke Shanghai menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 0894 rute Jakarta-Shanghai pada Selasa (14/4).
Baca Juga: Tas Pemudik Berisi Uang Ratusan Juta Tertinggal di Rest Area Tol Lampung, Berhasil Dikembalikan Utuh
Dan pada 20 April 2026, pihak perusahaan di Grobogan menerima notifikasi dari pelanggan di Shanghai bahwa terdapat 108 tas yang hilang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 213 juta.
Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan CCTV di area RA BST serta Pergudangan Soewarna, polisi menemukan adanya 40 karton dari total 512 karton yang sengaja disisihkan saat proses pemeriksaan X-ray.
"Tersangka F berperan mengondisikan agar 40 karton tersebut dipisahkan dari pemeriksaan dan dimasukkan ke dalam truk boks," ucapnya.
Pelaku R merupakan otak pelaku sekaligus eksekutor pencurian dalam sindikat ini. Ia bekerja sebagai tim operasional ekspor di kargo bandara.
Sementara A berperan membantu eksekusi pencurian dan F bertugas mengondisikan barang agar bisa disisihkan dari jalur pemeriksaan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 80 tas hasil curian dijual kepada seorang penadah berinisial BO dengan harga Rp 300 ribu per buah. Total hasil penjualan Rp 24 juta," tuturnya.
Lululemon merupakan brand pakaian dan aksesori olahraga asal Kanada yang menyasar pasar kelas menengah.
Dikutip dari laman resminya, Lululemon menyediakan pakaian dan aksesori yoga, pakaian lari, serta perlengkapan olahraga lainnya dengan kualitas premium.***




