POJOKSATU.id, JAKARTA—Ayah Brigadir Arya Supena, Sukadi, kehilangan yang begitu berat atas kematian putranya yang gugur ditembak begal di Bandar Lampung.

Dia meminta kepada Kapolri dan Kapolda agar pengabdian putranya tidak dilupakan, terutama pada dua anak Brigadir Arya yang masih kecil.

“Anak saya pergi meninggalkan dua anak. Kami berharap ada perhatian dari pimpinan tertinggi kepolisian, baik Kapolri maupun Kapolda, untuk masa depan kedua cucunya yang telah kehilangan sosok ayah,” ungkap Sukadi, Jumat (15/5).

Baca Juga: Dua Begal Penembak Brigadir Arya Didorr, Satu Tewas, Ini Kronologi Penangkapan Usai Buron Seminggu

Kepergian Arya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi kedua anaknya yang masih kecil, masing-masing berusia 6 tahun dan 3 tahun.

Satu hal yang selalu ditanamkan Sukadi kepada Arya adalah pentingnya kejujuran dan integritas dalam menjalankan tugas. Pesan itu terus dipegang Arya sejak awal mengabdi sebagai anggota Polri.

“Saya selalu berpesan kepada dia, jadilah polisi yang baik dan cari rezeki yang halal,” ujar Sukadi tersedu.

Di mata sang ayah, Arya adalah sosok yang tidak pernah neko-neko. Di lingkungan rumah, ia dikenal sebagai pemuda yang disiplin, jauh dari perilaku menyimpang, serta memiliki sikap yang santun.

Baca Juga: 2 Pelaku Begal Penembak Brigadir Arya Ditangkap, Kapolda Lampung: 1 Tersangka Tewas Ditembak

“Dia anak baik, tidak merokok, dan ibadahnya rajin. Tetangga pun tidak pernah ada yang mengeluh tentang dia. Sosoknya sangat berwibawa,” tambah Sukadi.

Dedikasi Arya sebagai pelindung masyarakat bukan hanya terlihat saat bertugas, tetapi hingga detik terakhir hidupnya.

Insiden tragis itu terjadi ketika ia baru saja menyelesaikan tugas piket dan sedang dalam perjalanan pulang.

Saat melihat dugaan aksi pencurian sepeda motor di jalan, naluri kepolisiannya membuat Arya tidak tinggal diam.

Meski tugasnya telah selesai, ia memilih untuk turun tangan dan berupaya menghentikan pelaku seorang diri hingga akhirnya gugur dalam peristiwa tersebut.***