POJOKSATU.id, LAMPUNG—Kepergian Brigadir Arya Supena anggota Intelkam Polda Lampung yang gugur ditembak begal saat menyelamatkan motor warga menyisakan kisah pilu bagi keluarganya.

Sosok Arya Supena di mata keluarganya merupakan polisi sangat baik. Begitu juga bagi warga sekitar tempat tinggalnya, Arya merupakan figur rendah hati.

Bahkan yang paling berbekas bagi keluarganya, Brigadir Arya pernah memaafkan pencuri ponselnya dan malah membawa pencuri itu mengaji di pesantren selama tiga bulan.

Sukadi, ayah Arya, mengenang putranya sebagai sosok sederhana, lembut dan penuh kebesaran jiwa. Sukadi lalu menceritakan dua peristiwa yang akan selalu diingat oleh keluarga besarnya.

Baca Juga: 2 Pelaku Begal Penembak Brigadir Arya Ditangkap, Kapolda Lampung: 1 Tersangka Tewas Ditembak

Sukadi, Jumat (15/5/2026) menyebutkan, suatu waktu, ada pencuri yang mengambil ponselnya. Bukannya membawa pencuri ini ke kantor polisi, Arya justru memilih jalan pembinaan.

Ia memberikan pilihan kepada pelaku apakah diproses hukum atau dibina di pondok pesantren (ponpes).

Saat pelaku memilih dibina, Arya sendiri yang mengantarkan dan menitipkan pencuri ini kepada kiai di ponpes tersebut.

“Dititipkan sama kiai-nya. Arya bilang, ‘Pak, anak ini mencuri HP, dia lebih baik di pondok daripada di penjara. Saya titipkan tiga bulan untuk belajar ngaji,’” ungkap Sukadi.

Baca Juga: Dua Begal Penembak Brigadir Arya Didorr, Satu Tewas, Ini Kronologi Penangkapan Usai Buron Seminggu

Lalu peristiwa kedua, saat mobil Arya tidak sengaja tergores ketika dicuci di tempat pencucian mobil (steam), Arya justru memilih memaafkan petugas dan memberikan uang tip.

“Mobilnya kena (saat dicuci), malah dikasih uang tip. Dia bilang, ‘nggak apa-apa Mas’, tidak mau minta ganti cat atau apa, padahal mobilnya tergores,” ujarnya.

Selain itu, Arya dikenal sangat rendah hati hingga banyak warga di lingkungan tempat tinggalnya tidak mengetahui bahwa ia seorang anggota Polri.

Ia jarang terlihat mengenakan seragam di rumah maupun di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya rasa orang sekampung ini, Arya pakai pakaian polisi belum ada yang melihat. Tetangga dua rumah dari dia saja tidak tahu kalau dia polisi,” kenang Sukadi.

Brigadir Arya hanya beberapa kali memakai seragam Polri di kampung saat menuruti permintaan ibunya. Arya pun memakai seragamnya di rumah untuk berfoto bersama keluarga.

“Saking ibunya ingin melihat anaknya pakai seragam,” tambahnya.***