POJOKSATU.id, MEDAN—Gubernur Sumut Bobby Nasution memposting video ibu hamil di Desa Dalihan Natolu, Arse, Tapanuli Selatan, yang ditandu selama tujuh jam ke rumah sakit.

Ibu hamil bernama Tuti Daulay ini harus kehilangan anak yang dikandungnya disebabkan jauhnya jarak tempuh ke RSUD Sipirok yang mencapai 30 km dari desa mereka.

Bobby menyampaikan solusi akan membangun puskesmas di dekat Desa Dalihan Natolu. Begitu juga akses jalan akan ikut dibantu oleh Pemprov Sumut.

“Kami turut berbelasungkawa yang mendalam atas meninggalnya bayi dari ibu Tuti Daulay yang harus ditandu sejauh 30 kilometer saat hendak melahirkan di Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan,”kata Bobby di akun Instagram-nya@bobbynst, Rabu (13/5).

Baca Juga: Viral Ibu Hamil Ditandu 7 Jam ke Rumah Sakit di Tapsel, Mantri Desa Cek Sudah Meninggal Duluan

Dia menyebutkan peristiwa ini akan menjadi perhatian serius bagi kita semua. Lalu Bobby menawarkan solusi akan membangun Puskesmas di dekat desa itu.

“Puskesmas yang lebih dekat dan mudah dijangkau dari desa akan dibangun, disertai dengan fasilitas rawat inap,”ujarnya.

“Selain itu, Pemprov Sumut juga siap membantu perbaikan akses jalan di daerah tersebut,” katanya lagi.

Baca Juga: Tarawih Pertama Masjid Muhammadiyah di Daerah Bencana di Garoga dan Hutagodang Tapsel

Sebelumnya, seorang Ibu hamil ditandu menggunakan kayu dan kain, digotong dari pagi hingga sore hari dari Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, menuju RSUD Sipirok.

Mantri Desa, Samsul Bahri Sihombing, mengaku sempat mengecek kondisi wanita hamil itu. Awalnya Samsul ditelpon keluarga Tuti Daulay. Samsul tidak tinggal di Dusun Aek Nabara.

Samsul lalu berangkat pada Jumat (8/5) sore dari rumahnya dengan berjalan kaki dan tiba pukul 20.00 WIB.

"Kan saya dapat telepon. Makanya Jumat itu, sore berangkat ke sana. Tiba saya di sana habis salat Isya, kira-kira jam 8 malam. Ternyata saya cek, menurut amatan saya tadi, bayi yang di dalam perut itu, di kandungan ibu itu telah meninggal," kata Samsul Bahri Sihombing kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Samsul lalu menyarankan agar dibawa ke rumah sakit di Sipirok untuk dilakukan operasi. Atas usulan Samsul, warga lalu berangkat pada Sabtu (9/5) pagi.

Tuti Daulay lalu digotong jalan kaki sejauh 30 kilometer atau 7 jam perjalanan menuju Dusun Hasahatan Kecamatan Sipirok, lokasi terdekat untuk mendapatkan mobil.***