POJOKSATU.id, PALEMBANG— Dari total 17 orang di dalam bus ALS nomor pintu 346 yang mengalami kecelakaan di Jalinsum di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, sebanyak 4 orang lolos dari maut.
Salah satu korban selamat Muhammad Fadli (29) kernet bus ALS 346 nopol BK-7778-DL.
Saat kejadian nahas, Rabu siang (6/5), warga Kota Sibolga ini duduk persis di samping sopir.
Fadli memberi kesaksian detik-detik kecelakaan bus ALS yang merenggut nyawa 16 orang tersebut.
Baca Juga: Tiba-tiba Zidan Batal Naik Bus ALS 346 Jurusan Semarang-Medan yang Terbakar di Muratara Sumsel
Bus ALS dikemudikan Alif dan bertabrakan dengan mobil tangki BG-8196-QB yang dikemudikan Aryanto dengan kernet Martini.
Fadli menceritakan, kecelakaan bermula saat bus ALS yang mereka tumpangi berusaha menghindari lubang di jalan hingga masuk ke jalur kanan jalan.
Setelah kembali ke jalur semula, bus kembali menghindari lubang kedua. Namun nahas saat mau kembali ke jalur kiri, bus langsung kena hantam mobil tangki BBM yang melaju dari arah berlawanan.
“Posisi mobil tangki itu melaju kencang dari arah berlawanan,” ujarnya.
Ketika kecelakaan terjadi, Fadli sebagai kernet duduk di samping kiri sopir di depan.
Disebabkan kerasnya hantaman, sopir langsung pingsan dan kemudian terbakar.
Baca Juga: Sosok Sopir Truk Tangki BBM Hantam Bus ALS Tewaskan 16 Orang, 2 Jam Sebelumnya Sapa Istri di Rumah
Sementara jendela depan bus langsung pecah.
Beruntung, Fadli sempat melompat keluar. Ia juga melihat dua penumpang lainnya selamat, Ngadiono dan Jumiatun, keluar melalui jendela depan meski bajunya terbakar.
Sementara para penumpang di dalam bus saat itu menurut Fadli, ada yang sedang tertidur dan juga bermain ponsel.
“Saat kecelakaan langsung keluar percikan api dari depan. Posisi penumpang ada yang tidur dan ada yang main HP,”katanya.
“Karena bagian depan terbakar, ke belakang tidak bisa karena banyak paket, pintu juga hanya bisa dibuka dari luar,” ungkapnya lagi.
Fadli menyebutkan bus ALS 346 tersebut berasal dari Pati, Semarang, menuju Medan.
Ketika melewati Kota Lubuklinggau, bus sempat mengalami radiator kering di Simpang Mio, Lahat.
Menurutnya, sopir Alif mulai menyetir dari Empat Lawang dan sempat mampir di Lubuklinggau untuk menurunkan barang, kemudian berangkat lagi setelah mengisi bahan bakar.***




