POJOKSATU.id, PALEMBANG—Bus legendaris dari Sumatera yang memiliki rute panjang Sumatera-Jawa, PT Antar Lintas Sumatera (ALS), mengalami kecelakaan tragis di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel.

Sebanyak 15 penumpang beserta sopir dan kernet ALS meninggal. Begitu juga sopir truk tangki tewas terbakar usai insiden tabrakan yang terjadi pada Rabu siang (6/5) sekira pukul 12.39 WIB.

Dari 16 korban meninggal, sebanyak 5 orang sudah teridentifikasi pada Rabu malam.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, lima korban tewas yang telah teridentifikasi yakni Alif (44) sopir Bus ALS alamat Jawa Tengah.

Baca Juga: Korban Bus ALS Riski Lubis dan 2 Balitanya Baru Melayat Ibunya 10 Hari Lalu di Kampung Losung Sidimpuan

Kemudian Muhammad Fadli merupakan kondektur bus ALS warga Riau, dan Saf (50) merupakan kondektur bus ALS warga asal Medan.

Sementara dua korban yang berasal dari truk tangki yaitu Yanto sebagai sopir truk tangki dan Martini sebagai kernet truk tangki.

“Seluruh korban sudah dievakuasi ke RSUD Lubuklinggau,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel.

Korban Selamat 4 Orang

Sementara itu Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan, bahwa jumlah korban meninggal 16 orang, korban selamat ada 4 orang.

Baca Juga: Nama-nama 12 Korban Tewas dan 23 Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS di Panjang Panjang, Ada Anak-anak

"Ada 16 jenazah, yakni 14 di bus ALS dan 2 di truk tangki minyak. Korban meninggal terbakar semua. Yang selamat ada 4 orang, di mana 3 orang mengalami luka bakar parah dan 1 orang mengalami luka ringan," jelasnya.

Karim mengungkapkan, dugaan kecelakaan terjadi karena bus ALS oleng ke jalur berlawanan, diduga hendak menghindari lubang. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Diperoleh informasi, peristiwa bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian dalam bus.

Sopir bus kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko kebakaran yang lebih besar.

Namun, di saat yang bersamaan, melaju truk tangki dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.

Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan frontal tidak dapat terhindarkan hingga menyebabkan kedua kendaraan ringsek dan terbakar hebat.***