POJOKSATU.id, JAKARTA—Pemilik warung klontong 24 jam 'Adi Jaya' di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang dirusak oknum anggota TNI AD, memberi pengakuan ke warga setempat.

Berdasarkan keterangan saksi mata yang juga warga setempat, Maya (40), pemilik warung Madura ini menyebut tidak ada menusuk oknum anggota TNI itu.

Oknum ini diduga kena gunting yang dia pegang sendiri.

Diduga, pengeroyokan terjadi karena prajurit TNI mengadukan kepada rekannya di komplek TNI bahwa dia ditusuk oleh penjaga toko.

Baca Juga: Viral Warung Klontong 24 Jam Dirusak Beberapa OTK Badan Tegap di Jakpus, Diduga Dipicu Salah Paham

Maya pun sempat melihat anggota TNI membuka baju dan memperlihatkan luka di perut.

"Terus akhirnya teman-temannya geram, langsung dihancurkan lagi. Katanya sih dengar-dengar ada (penusukan)," kata Maya seperti dilansir dari kompascom, Selasa (5/5).

"Cuma ternyata saya dengar dari orang dalamnya (pihak toko), enggak ada. Dia kena barang yang dia pegang sendiri, gunting atau apa gitu," jelas Maya lagi di rumahnya pada Selasa sore.

Diketahui, lebih dari 10 anggota TNI AD disebut ikut mengacak-acak toko kelontong 'Adi Jaya' di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu sore (3/5/2026).

Para anggota TNI terlibat setelah salah satu rekannya yang pulang dari lokasi toko menuju markas yang tak jauh dari lokasi.

Anggota TNI diduga menyampaikan apa yang dia alami di toko atau warung 24 jam tersebut.

Baca Juga: Beberapa Oknum TNI AD Rusak Warung Klontong 24 Jam di Kemayoran Jakpus, Brigjen Donny Tanggapi Begini

Sebelumnya, seorang anggota TNI sempat cekcok dengan dua orang penjaga toko Adi Jaya karena persoalan biaya admin QRIS.

Saat pulang ke markas, diduga oknum prajurit TNI tersebut mengajak teman-temannya untuk datang ke lokasi toko.

Tak lama kemudian, lebih dari 10 prajurit TNI datang kembali ke Toko Adi Jaya. Mereka kemudian disebut mengeroyok pria penjaga toko.

"Penjaga toko disuruh keluar, dipukuli. Dia luka-luka di muka, kaki dan badan yang saya lihat," ujar Maya.

Kadispen Beri Penjelasan

Kadispen TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan adanya peristiwa keributan antara prajurit TNI AD dan warga sipil di Kemayoran tersebut.

Donny turut menjelaskan pemicu awal terjadinya keributan ditengarai proses transaksi belanja hingga akhirnya prajurit TNI AD bernama Sertu AW mengalami luka tusuk.

"Perlu kami jelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung, yang kemudian berkembang menjadi cekcok,” kata Donny dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran.

Donny menjelaskan, terkait kerusakan warung yang terjadi setelahnya, hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kejadian di lokasi yang situasinya sudah memanas.

Namun dia memastikan seluruh peristiwa ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap," jelas Donny.

"TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran," katanya lagi.

Dia juga memastikan saat ini situasi di lokasi sudah aman dan kondusif. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan berjalan dengan baik.***