POJOKSATU.id, RIAU—Selain dari CCTV yang viral di media sosial, polisi membongkar kasus pembunuhan lansia Dumaris Sitio (60) di Rumbai Kota Pekanbaru, berbekal plat nomor kendaraan pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Anggi Rian Dianta yang memimpin penangkapan itu mengatakan awalnya pihak kepolisian mengumpulkan CCTV dari TKP sampai SPBU Muara Fajar Kota Pekanbaru atau lokasi terakhir mengisi BBM.

"Kami mengecek nopol kendaraan karena plat kendaraan berasal dari Aceh Tengah, berangkat dari info itu kami berkordinasi dengan Aceh Tengah,"ujar Kompol Anggi Rian, Minggu (3/5).

Baca Juga: Komplotan Pelaku Coba Hilangkan Jejak Usai Pembunuhan di Rumbai, Pagi Ngontrak Sore Ditangkap

Satu unit mobil Avanza yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya ke rumah korban terpantau bernomor polisi Aceh Tengah. Komplotan pelaku tak mengganti plat mobil yang mereka gunakan tersebut.

Dari Pekanbaru dua tim langsung melakukan pengejaran, yang bertujuan ke Aceh dan Medan.

"Sore hari sudah tahu posisi di Aceh Tengah di sebuah gubuk di Aceh Tengah milik Abang angkat pelaku, diamankan otak pelaku AF dan eksekutor SL,"ujar Anggi.

Sementara untuk penangkapan di Sumut dipimpin Kompol Rainly setelah berkoordinasi dengan di Aceh, setelah penangkapan di Aceh otak pelaku dan eksekutor, maka tim di Medan langsung dapat informasi kedua pelaku lagi berada di Binjai.

Baca Juga: Terungkap! Pelaku Pembunuhan Lansia di Rumbai Pekanbaru Sempat Rencanakan Habisi Satu Keluarga

"Kami kordinasi dengan Polres Binjai dan dapat lokasi di kontrakan milik L di Binjai dan kami langsung merapat ke lokasi dan Alhamdulillah setelah sampai di TKP kami berhasil mengamankan dua orang tersebut yakni L dan E.

Motif Pembunuhan

Sebagai otak pelaku, Anisa Florensia mengaku sakit hati kepada keluarga korban setelah menjadi menantu selama setahun di rumah tersebut.

Anisa menikah dengan Arnold pada 2022 dan meninggalkan rumah mertuanya pada 2023 silam ke Medan. Arnold merupakan anak berkebutuhan khusus.

Alasannya sakit hati dan tersinggung dengan mulut korban dan keluarga tersebut.

“Untuk motif kejahatan keji ini, pelaku utama sakit hati karena kerap dimarahi korban saat menjadi menantu, pelaku kerap dimaki-maki, dimarahi oleh korban,” jelas Kapolresta Pekanbaru saat gelar konferensi pers, Minggu siang (3/5).

“Juga motif ekonomi, si pelaku utama ingin menguasai harta korban,” jelas Kombes Pol Muharman.

Pelaku utama atau otak kejahatan adalah Anisa Florensia atau mantan menantu korban. Sementara suami sirinya SL merupakan eksekutor. Dan dua pelaku lainnya yaitu Selamet dan Lisbet Barasa.***