POJOKSATU.id - Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyinggung keras narasi pesimisme tentang Indonesia.
Dalam pidatonya saat Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, ia menyentil pihak yang dinilainya tidak patriotik dan kurang mencintai tanah air.
Prabowo secara tegas merespons isu “Indonesia gelap” hingga ajakan “kabur aja dulu” yang sempat ramai diperbincangkan.
“Ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur aja, kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan,” sindirnya dengan nada lugas.
Menurutnya, pandangan seperti itu menunjukkan sikap yang tidak objektif dalam melihat kondisi bangsa.
Ia menilai masih banyak pihak yang menutup mata terhadap fakta bahwa posisi Indonesia saat ini justru semakin kuat di mata dunia.
Prabowo pun menegaskan bahwa Indonesia termasuk negara yang aman dan memiliki masa depan cerah.
Ia mengajak masyarakat, terutama kalangan intelektual, untuk membuka wawasan dan melihat perkembangan global secara lebih jernih.
“Mau kabur kemana? Hei orang-orang pintar bukalah, bukalah berita, lihat lah. Kita ditempatkan sebagai negara paling aman di dunia sekarang,” ujarnya.
Di sisi lain, Prabowo memastikan dirinya bersama jajaran pemerintah akan terus bekerja untuk kepentingan rakyat.
Ia menyoroti persoalan lama terkait pengelolaan sumber daya alam yang belum sepenuhnya dinikmati masyarakat luas.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap praktik di mana kekayaan alam Indonesia justru lebih banyak dinikmati oleh segelintir pihak.
Bahkan, ada pelaku usaha yang tidak menempatkan hasil usahanya di dalam negeri meskipun mendapatkan berbagai fasilitas dari negara.
“Sudah terlalu lama sumber daya alam kita dikuasai oleh pedagang-pedagang yang saya pertanyakan nasionalisme mereka,” katanya.
Sebelumnya, pada awal April, Prabowo juga sempat menyampaikan pandangan serupa.
Ia menilai narasi pesimisme tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Sebaliknya, ia melihat Indonesia sedang berada di jalur kebangkitan.
Dalam kesempatan lain, ia bahkan menyebut bahwa Indonesia akan memberikan kejutan bagi dunia dalam waktu dekat.
“Indonesia sedang bangkit, this giant is waking up, we will not be anymore the sleeping giant. We are rising,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang mandiri, kuat, dan berdaya saing di kancah global.
Di tengah berbagai dinamika, optimisme menjadi hal yang terus ditekankan.
Sebab, keyakinan terhadap masa depan bangsa bukan hanya soal harapan, tapi juga dorongan untuk bersama-sama membangun negeri.***




