POJOKSATU.id, BEKASI—Kecelakaan maut KRL Commuter Line dihantam KA Argo Bromo Anggrek di dekat Stasiun Bekasi Timur menyisakan trauma mendalam bagi korban selamat.
Bagaimana tidak, para penumpang terpental di dalam gerbong dan berakhir terjepit di dalam gerbong ringsek dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas.
Salah satu penumpang selamat, Laili (27), mengungkap kejadian yang dialaminya pas kejadian.
Benturan keras dalam tragedi tabrakan KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur membuat tubuh Laili terpental di dalam gerbong.
Baca Juga: Sosok Korban Meninggal KRL Bekasi Timur Ternyata Perempuan-perempuan Hebat, Ini Sebagian Profesinya
Kepalanya terbentur keras hingga dirinya hampir tak sadarkan diri dan telinganya berdenging keras hingga membuatnya panik.
Laili yang saat kejadian tengah duduk sambil bermain ponsel dalam perjalanan pulang menuju Metland Cibitung, seketika terlempar dari tempat duduknya hingga terjepit di antara tiang yang ringsek.
"Dia sempat nanya, 'Pak kuping saya keluar darah enggak? Hidung saya keluar darah enggak?' gitu, soalnya sakit banget katanya kepala dia, berdenging," ujar Yunis, ibunda Laili saat ditemui di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Dirut PT KAI dan Menko Infratruktur Tak Setuju Usulan Menteri PPPA Soal Gerbong Wanita Dipindah
Efek benturan tersebut membuat posisi tubuh Laili terpental dan mendarat dalam kondisi terbalik.
Ia pun sempat tak bisa bergerak karena tubuhnya terhimpit oleh material tiang gerbong yang ringsek.
"Dia bilang katanya dia kepalanya di bawah, kakinya tuh naik ke atas semua sama tangannya. Jadi dia kayak kebalik. Kan dia duduk nih, mungkin kereta terhantam terus gitu kan," jelas Yunis.
Dievakuasi pakai gerinda Dalam posisi kepala di bawah dan menahan sakit, Laili terjebak dan terjepit selama lebih dari satu jam.
Proses penyelamatannya memakan waktu lama karena harus dievakuasi melalui jendela.
"Dia kejepit tiang-tiang di dalam kereta yang nabrak dia masuk ke dalam. Jadi evakuasi kan susah, lama. Katanya langsung digerinda terus dia dikeluarkan lewat jendela," ucap Yunis.
Suasana di dalam gerbong itu pun disebut sangat mencekam dan kacau. Para penumpang yang selamat berebut mencari jalan keluar di tengah kegelapan, hingga Laili yang tersangkut sempat terinjak-injak oleh penumpang lain.
"Kepalanya di sini benjol, sempat rambutnya hilang sedikit, ya mungkin kegesrut ya. Terus katanya pusing, dia ada muntah di kereta, jadi keinjak-injak orang," kata Yunis.
Akibat insiden itu, Laili cedera di bagian kepala, bahu, perut, dan kaki. Namun hasil rontgen di bagian dada dan kaki dalam kondisi bagus.
“Cuma anaknya kan mengeluh nangis nih ininya (bahu dan punggung) sakit, sama di perut, sama di pinggul. Terus perutnya agak keras," kata ibunya.***



.webp)
