POJOKSATU.ID-Fenomena taksi berwarna hijau belakangan ini menjadi sorotan publik terlebih di media sosial, banyak sekali netizen meluapkan emosinya terhadap taksi Green SM Taksi atau taksi hijau tersebut yang penuh Problematik
Jelas ini sebagai “anomali” karena viral bukan hanya dari sisi layanan, tetapi juga dari berbagai kejadian tak biasa yang melibatkan armadanya.
Sejumlah insiden membuat citra brand ini dipenuhi persepsi negatif. Kondisi tersebut dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik, bahkan memunculkan label “taksi paling random” di jalanan dari kalangan netizen.
Baca Juga: Ditetapkan Tersangka Bersama Ketua Yayasan, Ini Foto dan Sosok Kepsek Daycare Anita Palupy Indahsari
Namun di sisi lain, kehadiran taksi hijau ini justru menunjukkan strategi ekspansi pasar yang agresif. Dengan mengandalkan armada listrik (EV), harga kompetitif, serta kondisi kendaraan yang relatif baru, mereka mencoba menciptakan celah antara kualitas dan harga untuk menarik konsumen di tengah persaingan transportasi yang ketat.
Selain itu, penggunaan warna hijau mencolok menjadi bagian dari strategi branding yang kuat.
Pendekatan ini membuat armada mereka mudah dikenali dan cepat menarik perhatian masyarakat. Frekuensi kemunculan yang tinggi di jalanan juga memicu rasa penasaran publik untuk mencoba layanan tersebut.
Baca Juga: Usai Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL Tewaskan 14 Orang, Presiden Setujui Flyover Bekasi Timur
Meski demikian, pesatnya pertumbuhan armada dinilai bisa membawa konsekuensi, terutama terkait standar rekrutmen dan kualitas pengemudi.
Pengalaman pengguna sendiri beragam—ada yang merasa layanan berjalan normal, namun ada pula yang masih ragu akibat banyaknya pemberitaan negatif.
Fenomena ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah taksi hijau ini layak dicoba karena inovasi dan harga, atau justru perlu diwaspadai karena citra yang belum stabil?
Berikut kejadian taksi problematik yang makin menghawatirkan:
Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Sebut Nurnida Alya Dharmawan Calon Kuat Pilkades Bengle, Figur Perempuan dengan Gaya Silent Leader
1.Driver ribut dengan satpam
Belum satu minggu keributan antara sopir taksi listrik asal Vietnam Green SM dengan petugas hotel terjadi di kawasan pusat perbelanjaan Jakarta Selatan dan sempat bikin suasana sekitar tegang
Diduga, insiden ini bermula dari cekcok di area shelter point layanan aplikasi terkait antrean penumpang. Dalam video yang beredar, terlihat perdebatan antara sopir dan petugas yang semakin memanas.
Baca Juga: Usai Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL Tewaskan 14 Orang, Presiden Setujui Flyover Bekasi Timur
Situasi makin ricuh saat seorang petugas hotel mencoba melerai sambil merekam kejadian. Namun, sopir taksi diduga menepis tangan petugas hingga handphone terjatuh.
Tidak terima dengan perlakuan itu, petugas hotel makin emosi dan sempat memukul sopir taksi. Beruntung, petugas keamanan segera datang dan melerai kedua pihak sebelum situasi makin parah.
2.Taksi Listrik Xanh SM Ringsek Dihantam KA di Kemayoran
Sebuah mobil taksi Listrik Xanh SM ringsek setelah tertemper rangkaian KA L303-2 di perlintasan sebidang JPL 11, lintas Stasiun Kampung Bandan–Kemayoran. Peristiwa kecelakaan yang memicu kekhawatiran ini terjadi pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 11.18 WIB.
Baca Juga: Gubernur Al Haris Hadiri Halal Bihalal Sumbagsel, Dorong Sinergi Bangun Daerah
Berdasarkan laporan awal Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api (Pusdalopka) Daop 1 Jakarta, pintu perlintasan sebenarnya sudah dalam kondisi tertutup saat kereta api hendak melintas. Sopir taksi disinyalir tetap memaksakan kendaraan melaju dengan arah yang tidak semestinya, hingga kecelakaan tak terhindarkan.
Beruntung, pengendara taksi dilaporkan selamat dari maut, meski kendaraan yang dikemudikannya mengalami benturan keras.
3.Driver sibuk main HP, Taksi GreenSM Disambar KRL di Perlintasan Rawa Buaya
Sebuah taksi Xanh SM dilaporkan terserempet Kereta Rel Listrik (KRL) di perlintasan antara Stasiun Bojong Indah dan Stasiun Taman Kota, tepatnya di wilayah RW 02, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 10 Oktober 2025, sekitar pukul 13.35 WIB.
Baca Juga: Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, KAI Minta Maaf tapi Green SM Indonesia Tidak, Malah Tutup Kolom Komentar
Meski kendaraan mengalami kerusakan, insiden di jalur relasi Tangerang–Duri tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, M. Nasir (62), yang bertugas sebagai penjaga perlintasan, kecelakaan bermula saat KRL relasi Duri–Tangerang akan melintas. Ia mengaku telah memperingatkan pengemudi taksi agar berhenti dan meminta kendaraan dimundurkan karena posisinya terlalu dekat dengan rel.
Namun, pengemudi taksi bernama Tarash Pulungan (53) diduga tidak mengindahkan peringatan tersebut.
Saksi juga melihat pengemudi tengah memegang telepon genggam saat kejadian, yang diduga menjadi salah satu penyebab kelalaian. Akibatnya, bagian depan taksi terserempet KRL yang melintas.
4.Taksi Hijau Bikin Resah dan sering Lawan Arah
Baca Juga: Berkendara Lebih Aman Dimulai dari Pikiran Terkendali, DAM Ajak Gen Z Utamakan Mental Sehat
Kemacetan terjadi hampir 10 menit di simpang H. Naman akibat aksi nekat seorang sopir taksi yang diduga melawan arus. Peristiwa ini membuat arus lalu lintas tersendat dan membahayakan pengguna jalan lain.
Seorang warga yang berada di lokasi sempat menghampiri dan menegur pengemudi. Namun, sopir hanya memberikan alasan klasik “tidak tahu jalan” tanpa menyampaikan permintaan maaf.
Padahal, saat tidak mengetahui rute, pengemudi seharusnya tetap berada di jalur yang benar dan berkendara dengan aman, bukan mengambil risiko dengan melanggar aturan lalu lintas.
Baca Juga: Resep Puding Labu Kuning Lembut dan Cantik, Cocok Jadi Sajian Lezar Saat Kumpul Keluarga
Kejadian ini diharapkan menjadi perhatian pihak manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap pengemudi.
5.Biang kerok kecelakaan di Bekasi Timur
Berita terbaru, kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, taksi Green SM dihantam KRL di daerah Bulak Kapal karena taksi listrik itu terhenti di tengah perlintasan.
Kendaraan tersebut berada di area rel sebelum akhirnya tertemper KRL menuju arah Jakarta. Kondisi itu menyebabkan perjalanan commuter line dari Jakarta menuju Cikarang terganggu dan rangkaian berhenti di jalur.
Baca Juga: Trump Jadi Target Penembakan di Jamuan Gedung Putih, Pelaku Diduga Simpan Manifesto
Tak berselang jauh, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak KRL yang tengah berhenti. Benturan keras pun tak terhindarkan hingga menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL.
Saking kerasnya benturan, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek sampai merangsek masuk ke badan gerbong khusus wanita yang ada di bagian paling belakang KRL.***



