POJOKSATU.id, YOGYAKARTA-- Erika, salah satu orangtua siswa yang pernah menitipkan anaknya di Daycare Little Aresha, masih mengingat jelas bagaimana perubahan perilaku putrinya Ai selama satu tahun dititipkan di sana.
Ai masuk sejak usia 2 tahun dan baru keluar pada Oktober 2025 lalu karena berpindah ke jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).
Setiap pulang sekolah dari Daycare Little, Erika menemukan Ai dalam kondisi psikis yang tidak wajar.
Ai seperti bengong dan hilang ingatan sementara waktu. Anak yang biasanya ceria berubah menjadi pendiam.
"Selama sekolah itu, dia nggak pernah bilang apa-apa. Jadi setiap pulang sekolah itu dia kayak bengong. Kayak hilang ingatan sementara gitu loh,” ujar Erika kepada wartawan, Minggu (26/4).
“Cuman bengong, nggak ada reaksi sama sekali. Nggak ada reaksi happy, nggak ada reaksi marah. Jadi cuman flat aja anaknya. Keluar dari pintu itu flat, ditanya apa-apa nggak pernah mau jawab,” jelasnya.
Erika pun saat itu tidak terlalu peka akan kondisi psikologi anaknya. Padahal anaknya sudah menunjukkan gelagat tak biasa dimana dia tak mau berangkat sekolah ke sana.
“Setiap berangkat itu kan dia ngamuk, kadang saya kasih waktu sebentar dulu buat dia cerita, 'Emang ada apa sih kok sampai takut?', tapi dia nggak pernah mau cerita," ujarnya.
Baca Juga: Viral Nama-nama Sosok di Balik Penitipan Anak Daycare Little Aresha, Lengkap Sampai ke Bidan
Meski sudah berbulan-bulan meninggalkan tempat itu, jejak trauma masih membekas.
Seusai kasus ini mencuat, Erika pun mengaku kaget.
Ia pun bertanya ke sang anak, barulah kemudian terungkaplah adanya tindakan keji.
Ai mengungkapkan pernah mengalami perlakuan di mana kaki, badan, hingga mulutnya dibekap dan diikat.
Erika mencurigai kondisi fisik Aisyah yang sering sakit ketika sekolah di Daycare Little Aresha juga berkaitan dengan perlakuan tersebut.
"Ya sebagaimana di video yang saya unggah di Instagram, Ai bercerita bahwa ia mendapat perlakuan keji seperti diikat kaki, badan bahkan mulutnya pun dibekap agar suara tangisnya tak terdengar," jelas Erika yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan.
"Anak saya kan saat itu sering pilek. Saya kan sering libur juga ya kalau misalkan masuk malam. Pagi itu kan libur 2-3 hari. Kalau lagi libur dia fit, tapi kalau masuk daycare, satu hari masuk sekolah langsung pilek. Kalau saya sih curiga pileknya itu bukan ketularan, tapi mungkin karena dia terlalu banyak nangis. Karena anak dibekap ya. Yang di foto-foto itu kan juga kelihatan bayinya juga diikat," tambahnya.
Salah satu orang tua korban, Aldewa, mengaku baru mengetahui praktik keji tersebut melalui video yang beredar di media sosial pada Jumat sore (24/4).
Ia sempat curiga karena menemukan luka lebam di kaki anaknya saat dijemput, namun semula ia mengira luka tersebut akibat jatuh saat bermain
Sementara Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengungkapkan fakta mengerikan saat penggerebekan daycare Little Aresha.
Polisi menyaksikan langsung perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pengasuh terhadap anak-anak di lokasi tersebut.
“Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya,” tegas Kompol Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4).***



.webp)
