POJOKSATU.ID - Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini viral setelah menyoroti adanya perbedaan persepsi antara pemberitaan media nasional dengan pernyataan resmi dari pihak diplomatik.
Akun X @Jontas41376 mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan protes dari Kedutaan Besar Rusia di Jakarta (@RusEmbJakarta) terhadap salah satu headline media besar, Kompas.
Permasalahan ini bermula dari artikel berjudul ‘Tak Ada Diskon Minyak untuk RI, Dubes Rusia Sebut Harga Bisa Lebih Tinggi’.
Berdasarkan unggahan tersebut, pihak Kedutaan Rusia segera memberikan klarifikasi resmi dalam waktu kurang dari 24 jam.
Baca Juga: Siap-siap Recharge! Intip Jadwal Deretan Long Weekend untuk Libur Lebih Panjang di Bulan Mei 2026
Pihak Kedutaan menyatakan bahwa kutipan dalam artikel tersebut telah diambil di luar konteks (out of context) dan diplintir, sehingga menimbulkan pemahaman yang keliru di masyarakat.
Dalam poin klarifikasinya, Rusia menegaskan komitmennya dalam hubungan bilateral dengan Indonesia, khususnya di sektor energi. Berikut adalah poin utama yang disampaikan:
1. Kesiapan Suplai
Rusia tetap siap menyuplai kebutuhan energi ke Indonesia.
2. Mekanisme Harga
Terkait harga, Rusia menjelaskan bahwa nilai yang berlaku mengikuti mekanisme pasar internasional, bukan sekadar penolakan pemberian diskon secara sepihak sebagaimana yang dicitrakan oleh headline media.
Baca Juga: Digitalisasi Bansos Kini 7 Tahap Berjenjang Menjadi 3 Langkah Berikut Ini!
Klarifikasi ini menjadi pengingat bagi publik untuk tetap kritis dalam mengonsumsi berita, terutama yang berkaitan dengan isu geopolitik dan ekonomi sensitif.
Hingga saat ini, diskusi mengenai kerja sama energi antara kedua negara tersebut masih terus menjadi perhatian publik di media sosial.***




