POJOKSATU.id — Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan wilayah laut yang luas dan sumber daya ikan melimpah.
Namun, kenyataannya harga ikan di pasar masih sering terasa mahal bagi masyarakat.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan, mengapa harga ikan tetap tinggi padahal Indonesia dikelilingi lautan?
Baca Juga: Integrasi Gedung Sate–Gasibu Digodok, Farhan: Jangan Abaikan Nilai Sejarah
Faktanya, mahalnya harga ikan bukan karena stok ikan yang terbatas, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam rantai produksi dan distribusi.
Salah satu penyebab utama adalah tingginya biaya logistik.
Sebagai negara kepulauan, distribusi ikan dari daerah produksi seperti Indonesia Timur ke wilayah konsumsi seperti Pulau Jawa membutuhkan biaya besar, terutama untuk transportasi dan penyimpanan berpendingin.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan bahwa sistem rantai dingin atau cold chain di Indonesia masih belum merata sehingga memengaruhi kualitas dan harga ikan di pasaran.
Selain itu, keterbatasan fasilitas cold storage juga menjadi kendala.
Ikan merupakan komoditas yang mudah rusak sehingga membutuhkan penyimpanan khusus agar tetap segar. Di banyak daerah pesisir, fasilitas ini belum tersedia secara optimal.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa distribusi infrastruktur penyimpanan ikan masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah ketergantungan nelayan terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Biaya operasional melaut sangat dipengaruhi oleh harga dan ketersediaan BBM. Ketika harga BBM naik, biaya tangkap ikan ikut meningkat.
Baca Juga: Jabodetabek Paling Terdampak, Kenaikan Harga Sapi Impor Picu Ancaman Daging Mahal
Hal ini juga berkaitan dengan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang mencatat bahwa fluktuasi harga energi berdampak langsung pada sektor perikanan.
Selain faktor ekonomi, kondisi cuaca juga turut memengaruhi harga ikan.
Saat gelombang tinggi atau cuaca buruk, nelayan tidak dapat melaut sehingga pasokan ikan berkurang.
Situasi ini biasanya terjadi pada musim tertentu dan menyebabkan harga ikan melonjak.
Baca Juga: Lulusan S2 Jangan Lewat Deadline 22 Mei 2026! ITS Menunggu 50 Calon Dosen Kategori Ini
Di sisi lain, panjangnya rantai distribusi juga menjadi penyebab harga ikan mahal.
Ikan yang ditangkap nelayan biasanya harus melewati beberapa perantara sebelum sampai ke konsumen, seperti pengepul dan distributor.
Setiap tahapan ini menambah biaya yang akhirnya dibebankan ke harga jual.
Kementerian Perdagangan menyoroti bahwa rantai distribusi yang panjang dapat memicu kenaikan harga pangan, termasuk ikan.
Baca Juga: Penerima PKH Bisa Jadi Karyawan Kopdes Merah Putih? Ini Jalur Resmi dan Syarat Lengkapnya
Tak hanya itu, tingginya permintaan ekspor juga berpengaruh.
Ikan berkualitas tinggi seringkali dijual ke luar negeri karena memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding pasar domestik.
Hal ini membuat pasokan ikan berkualitas di dalam negeri berkurang sehingga harga di pasar lokal menjadi lebih mahal.
Dengan berbagai faktor tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahalnya harga ikan di Indonesia bukan disebabkan oleh kurangnya sumber daya, melainkan karena tantangan distribusi, infrastruktur, dan biaya operasional.***




