POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Beredar info diduga banyak oknum aparat penegak hukum (APH) di Mandailing Natal (Madina) yang menjadi penampung hasil emas ilegal.

Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy ketika dikonfirmasi terkait ini memberikan jawaban. Mantan penyidik KPK ini menyampaikan terima kasih atas info yang disampaikan.

AKBP Bagus Priandy saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/4/2026), mengucapkan terimakasih atas informasi yang disampaikan.

"Waalaikumsalam Bapak. Terimakasih infonya. Kita tindaklanjuti," tulisnya kepada wartawan dilansir dari delitimes, Senin (20/4/2026).

Baca Juga: Juara Dunia

Seperti diketahui, beberapa pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Hutabargot dan Naga Juang, Kecamatan Hutabargot, menyampaikan info ada beberapa oknum APH yang menampung atau membeli hasil tambang emas ilegal.

Bahkan beberapa oknum polisi diduga memback-up kegiatan ilegal mereka.

"Ada memang oknum polisi yang back-up lubang di Hutabargot dan Naga Juang. Bahkan ada beberapa oknum polisi yang juga menjadi pembeli emasnya," ungkap salah satu pemilik lubang emas di kawasan Naga Juang.

Menurutnya, kegiatan PETI di dua kawasan ini sudah berlangsung puluhan tahun. Sehingga untuk dihentikan akan menjadi lebih sulit.

"Kegiatan ini sudah lama. Banyak yang sudah berhasil, namun sudah banyak juga yang gagal. Ini sudah menjadi salah satu pekerjaan dan nafkah bagi masyarakat. Akan sangat sulit jika dihentikan," tuturnya.

Seperti diketahui, tambang emas ilegal di Mandailing Natal masih marak hingga kini, baik yang menggunakan mesin dompeng atau beko (eskavator).

Kejadian ini sudah berlangsung selama beberapa tahun, tanpa terlihat upaya penegakan hukum yang tegas. Hanya beberapa saja yang ditindak tegas aparat.***