POJOKSATU.id — Ajang lari bergengsi Jakarta International Marathon 2026 (Jakim) yang dijadwalkan berlangsung pada 13–14 Juni mendatang dipastikan akan digelar secara meriah dengan keikutsertaan sekitar 45 ribu pelari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan kebijakan khusus berupa penyediaan fasilitas transportasi umum gratis bagi seluruh peserta dan panitia selama kegiatan berlangsung.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk mempermudah pergerakan peserta sekaligus menekan potensi kemacetan di sekitar area perlombaan.
Baca Juga: Hindari Kebiasaan Tarik Gas Saat Tahan Motor di Tanjakan, Ini Dampaknya bagi Mesin
Para pelari hanya perlu menunjukkan nomor peserta (BIB) saat menggunakan transportasi umum.
"Semua pelari di Jakarta akan kami gratiskan menggunakan transportasi umum. Cukup menunjukkan BIB sebagai tanda peserta, baik pelari maupun panitia," kata Pramono.
Ia menambahkan, fasilitas gratis tersebut mencakup berbagai moda transportasi publik di ibu kota, seperti TransJakarta, MRT Jakarta, hingga LRT Jakarta.
Baca Juga: Panen Raya di Anggadita, Kades Ayah Roy Turun Langsung ke Sawah
Melalui kebijakan ini, peserta tidak lagi perlu memikirkan biaya perjalanan, tempat parkir, maupun akses menuju titik start dan finis perlombaan.
"Ini untuk memudahkan aksesibilitas, supaya pelari bisa fokus pada lomba dan menikmati suasana Jakarta," ujarnya.
Lebih jauh, Pramono menegaskan bahwa penyelenggaraan Jakim tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga membawa pengaruh ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Ia menilai, kehadiran puluhan ribu pelari serta wisatawan akan mendorong pertumbuhan di berbagai sektor.
Baca Juga: CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan Hakim
Mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, ritel perlengkapan olahraga, hingga pelaku UMKM lokal.
"Penyelenggaraan ini akan memberikan multiplier effect yang signifikan. Hotel-hotel akan terisi, masyarakat datang dari berbagai daerah, dan UMKM bergerak," ujarnya.
Dengan berbagai dukungan tersebut, Jakarta International Marathon 2026 diharapkan tak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempromosikan pariwisata ibu kota.***



