POJOKSATU.id, JAKARTA – Jemaah Haji Indonesia berangkat perdana pada 22 April 2026 nanti sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
Kenaikan biaya atau ongkos haji akibat naiknya harga avtur akan dibebankan kepada negara, tidak dibebankan kepada para jemaah.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memastikan tidak ada perubahan pada jadwal pemberangkatan haji tahun ini.
"Tidak ada (pengaruh keberangkatan jemaah). Tidak ada. Pemberangkatan tetap sesuai schedule. 21 April masuk asrama, 22 April berangkat," kata Gus Irfan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Buruan! Tinggal 3 Hari Lagi Daftar SPPI 2026, Lulusan S1 Semua Jurusan Bisa Ikut
Lebih lanjut, terkait penambahan biaya haji karena naiknya harga avtur, Gus Irfan menyebut tidak akan dibebankan kepada jemaah.
Melainkan akan digunakan keuangan negara yang teknisnya masih akan ditentukan lebih lanjut.
"Tadi disebutkan bahwa keuangan negara. Keuangan negara bisa, bisa APBN bisa yang lainnya. Tapi secara umum siap untuk keuangan negaranya," sebutnya.
Irfan mengungkap penambahan biaya ini tidak perlu dibayar saat ini juga. Pihaknya juga masih lakukan negosiasi untuk menentukan kenaikan harga penerbangan yang sesungguhnya.
"Tidak tidak mesti harus dibayar sekarang tentu ada ada beberapa, kita juga masih bernegosiasi dengan pesawat Garuda maupun Saudi tentang angka riil yang harus kita kita sesuaikan itu," sebutnya.
Distribusi Koper Rampung 17 April
Gus Irfan sebelumnya memastikan distribusi koper ke jemaah haji rampung 17 April 2026. Tim Kemenhaj telah memberi peringatan kepada perusahaan yang membagikan koper ini atas keterlambatan yang terjadi.
"Distribusi paling lambat 17 April itu sudah di tangan jemaah. Terkait koper, kami sudah mengirimkan surat peringatan dan juga mengirim tim asistensi memantau dan membantu distribusi koper," kata Irfan, Selasa (14/4/2026).***


.webp)

