POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi bertolak ke Moskow, Rusia, dalam rangka kunjungan kenegaraan yang dinilai strategis bagi Indonesia.
Keberangkatan dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu malam, 12 April 2026.
Kunjungan ini menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam memperkuat hubungan bilateral dengan Rusia, terutama di tengah dinamika global yang terus berubah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Presiden Prabowo terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan durasi perjalanan sekitar 12 jam.
Baca Juga: YouTube Kena Sanksi Pemerintah Indonesia, Google Dinilai Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak
Ia dijadwalkan tiba di Moskow pada Senin pagi waktu setempat.
Setibanya di Rusia, agenda utama Presiden adalah pertemuan langsung dengan Presiden Vladimir Putin.
Pertemuan empat mata tersebut disebut akan menjadi momen krusial untuk membahas berbagai isu strategis yang menyangkut kepentingan kedua negara.
Salah satu topik utama yang akan dibahas adalah ketahanan energi nasional.
Pemerintah Indonesia berupaya memastikan ketersediaan pasokan energi tetap aman, termasuk membuka peluang kerja sama baru dengan Rusia dalam sektor minyak dan sumber energi lainnya.
Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi global yang belum stabil, terutama terkait pasokan energi dunia yang kerap terpengaruh konflik geopolitik.
Selain energi, isu geopolitik internasional juga akan menjadi fokus pembahasan.
Indonesia disebut akan menyampaikan posisi strategisnya sebagai negara yang mendorong stabilitas dan perdamaian dunia.
Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat peran Indonesia dalam percaturan global, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan Rusia.
Di tengah berbagai ketegangan internasional yang masih berlangsung, kunjungan ini dinilai memiliki arti penting, tidak hanya bagi hubungan bilateral, tetapi juga bagi posisi Indonesia di kancah global.
Pemerintah berharap hasil dari pertemuan ini dapat memberikan dampak nyata, khususnya dalam menjaga stabilitas energi nasional dan memperkuat diplomasi Indonesia di tengah situasi dunia yang penuh tantangan.***




