POJOKSATU.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu.

Keputusan ini diambil hanya beberapa jam sebelum rencana serangan besar-besaran terhadap Teheran diluncurkan.

Melalui pernyataan di akun Truth Social miliknya, Trump menyebut bahwa Washington bersedia menghentikan serangan dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, aman, dan tanpa hambatan.

Baca Juga: Harga Naik Ditolak, Harga Lama Rugi, Begini Dilema Pedagang Es di Tengah Daya Beli Melemah

Kesepakatan ini disebut sebagai langkah penting menuju perdamaian di kawasan Timur Tengah yang selama ini diliputi ketegangan.

Trump bahkan mengklaim bahwa Amerika Serikat telah mencapai seluruh target militernya dalam operasi yang dimulai sejak akhir Februari lalu.

“Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi,” tegas Trump dalam pernyataannya.

Baca Juga: VIRAL Jambret Nyemplung ke Sungai di Karawang, Sembunyi di Eceng Gondok Berjam-jam

Keputusan tersebut juga tidak lepas dari peran Pakistan sebagai mediator dalam perundingan antara kedua negara.

Trump menyebut Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan petinggi militer Pakistan turut mendorong tercapainya kesepakatan tersebut.

Sebelumnya, situasi sempat memanas setelah Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Namun, perubahan sikap ini menunjukkan adanya peluang diplomasi yang lebih terbuka.

Baca Juga: Hangat di Momen Lebaran, HPCI Karawang Perkuat Solidaritas Lewat Halal Bihalal di Alam Terbuka

Selain itu, Trump mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai cukup realistis sebagai dasar negosiasi lanjutan.

Ia optimistis sebagian besar perbedaan antara kedua negara sudah menemukan titik temu.

Selama masa gencatan senjata dua minggu ini, perundingan intensif akan terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih permanen.

Langkah ini menjadi sorotan dunia internasional, mengingat konflik antara AS dan Iran selama ini berpotensi memicu ketegangan global, terutama terkait jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz.

Baca Juga: CPNS 2026 Dibuka Lagi, Purbaya Ungkap Bea Cukai Butuh 300 Lulusan SMA untuk Posisi Teknis di Lapangan

Trump pun menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan momentum penting untuk mengakhiri konflik panjang dan membuka jalan bagi stabilitas kawasan.

Publik kini menunggu apakah gencatan senjata ini benar-benar menjadi awal perdamaian atau hanya jeda sementara dalam konflik yang lebih besar.***