POJOKSATU.id - Warga di sekitar perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, dibuat geger dengan kemunculan benda asing berbentuk panjang yang sekilas mirip rudal.
Video penemuan benda tersebut langsung viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi.
Dalam rekaman yang beredar, tampak sejumlah nelayan, warga, hingga aparat berkumpul di lokasi.
Baca Juga: Calon Kuat Ketua Kadin Purwakarta Ternyata Orang Dekat KDM, BY 'Siap Jadi Ketua Kadin'
Mereka bahkan bersama-sama mengangkat benda tersebut dari laut ke daratan tanpa rasa takut.
Benda itu memiliki panjang sekitar 3,7 meter dengan diameter kurang lebih 70 sentimeter.
Bentuknya yang menyerupai torpedo membuat banyak orang menduga itu bagian dari alat militer berbahaya.
Baca Juga: MUI Pertanyakan Nasib Kapal RI di Selat Hormuz, Dubes Iran Langsung Buka Suara!
Apalagi di bagian badan benda terlihat tulisan berhuruf China dengan kode “CSIC”. Hal ini semakin memicu spekulasi liar di kalangan masyarakat.
Benda tersebut pertama kali ditemukan nelayan saat menjaring ikan pada 6 April 2026.
Awalnya nelayan itu tidak menyangka jaringnya justru menangkap benda mencurigakan.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Kini Giliran Istri Ono Surono Dipanggil KPK
Setelah diamankan, pihak kepolisian melalui Humas Polda NTB memberikan klarifikasi.
Mereka memastikan benda itu bukan rudal maupun torpedo seperti yang ramai diduga.
Hasil pemeriksaan awal menyebutkan bahwa benda tersebut merupakan alat pengukur arus laut.
Biasanya digunakan untuk kepentingan penelitian kelautan, termasuk memantau kondisi arus dan karakteristik dasar laut.
Polisi juga memastikan benda itu tidak mengandung zat berbahaya, tidak radioaktif, dan tidak memiliki unsur peledak.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Kini Giliran Istri Ono Surono Dipanggil KPK
Meski begitu, benda tersebut tetap diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui asal-usulnya.
Fenomena ini sekaligus jadi sorotan, karena banyak warga justru mendekat, bukan menjauh dari benda asing yang belum diketahui tingkat keamanannya.***




