POJOKSATU.ID - Situasi keamanan di Lebanon Selatan kian memanas.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di wilayah tersebut.

Dalam arahannya, Agus meminta seluruh personel untuk menghentikan seluruh aktivitas di luar markas dan segera berlindung di bunker demi keselamatan.

Baca Juga: Dituding Jadi Bohir Rp5 Miliar di Balik Isu Ijazah Jokowi, JK Murka dan Siap Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim

Instruksi itu disampaikan langsung melalui video call dengan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

“Masuk ke bunker, tidak ada lagi kegiatan keluar. Jaga pengamanan internal dan tetap semangat dalam bertugas,” tegas Agus dalam arahannya yang dibagikan melalui media sosial, Sabtu (4/4/2026).

Perintah tersebut bukan tanpa alasan. Kondisi di lapangan disebut sedang dalam situasi rawan, sehingga keselamatan prajurit menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Drama Keracunan Massal di Sekolah, BGN Hentikan SPPG Pondok Kelapa Setelah Saus Spaghetti Diduga Picu 72 Korban

Agus juga mengingatkan pentingnya menjaga moral seluruh anggota agar tetap kuat menghadapi situasi sulit.

Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL pun memastikan bahwa seluruh arahan Panglima akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi prajurit tetap terkendali meski dalam situasi siaga tinggi.

Baca Juga: Lolos Dramatis usai Singkirkan Satria Muda FC, Pelita Medan Soccer Amankan Tiket Terakhir 6 Besar Liga 4 Sumut

“Siap dilaksanakan, Panglima,” jawab Komandan Satgas.

Selain memberikan instruksi teknis, Agus juga menyampaikan doa dan dukungan moril bagi para prajurit yang sedang bertugas jauh dari Tanah Air.

Ia berharap seluruh personel tetap dalam lindungan Tuhan dan diberi kekuatan dalam menjalankan misi perdamaian.

Dalam beberapa waktu terakhir, kabar duka juga datang dari misi tersebut. Tiga prajurit TNI dilaporkan gugur saat menjalankan tugas di Lebanon, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Kondisi ini semakin menegaskan bahwa situasi di wilayah tersebut tidak bisa dianggap remeh.

Baca Juga: Mengenang Perwira Kopassus Kapten Zulmi Aditya, Sering Terlibat Misi Penting Pasukan Gerak Cepat

Oleh karena itu, langkah pengamanan maksimal menjadi keputusan yang tidak bisa ditawar.

Misi perdamaian yang dijalankan TNI di bawah naungan PBB tetap berjalan, namun dengan pengamanan ekstra ketat.

Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh prajurit tetap aman di tengah dinamika konflik yang terus berkembang.***