POJOKSATU.ID - Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, akhirnya angkat suara usai menjadi korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI.
Dalam kondisi masih menjalani perawatan intensif, Andrie menyampaikan pesan tegar yang menyentuh.
Melalui rekaman suara yang dibagikan KontraS di media sosial, Andrie mengucapkan terima kasih atas dukungan luas dari berbagai pihak.
Baca Juga: Meski Distribusi MBG Kini Hanya 5 Hari, BGN Tegaskan Gaji Pegawai SPPG Tetap Aman Tanpa Pengurangan
Ia menyebut serangan yang dialaminya sebagai bentuk teror dari pihak yang tidak berani bertanggung jawab.
“Saya tetap kuat menghadapi teror dari orang-orang pengecut,” ujarnya dalam pesan tersebut.
Meski tengah dirawat di ruang High Care Unit RSCM, Andrie memastikan semangatnya tidak surut.
Baca Juga: Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Terancam Buta Permanen dan Cacat Seumur Hidup
Ia menegaskan akan terus berdiri teguh memperjuangkan nilai-nilai yang diyakininya, dengan dukungan dari masyarakat sipil.
“Saya akan tetap kuat, tetap tegar. A luta continua, panjang umur perjuangan,” lanjutnya.
KontraS menyebutkan rekaman suara itu diambil pada 1 April 2026. Saat ini, Andrie masih menjalani perawatan intensif dan belum diperkenankan menerima kunjungan demi menjaga kondisi kesehatan serta privasinya.
Baca Juga: Prancis dan Korsel Jaga Jalur Pelayaran Selat Hormuz di Tengah Perang Masih Memanas
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian publik karena menyasar aktivis HAM yang vokal.
Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku.
Mereka diketahui berasal dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis TNI, dari unsur Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Keempat terduga pelaku masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Hingga kini, proses penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap motif serta keterlibatan pihak lain.
Di sisi lain, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turut memberi perhatian serius terhadap kasus ini.
Baca Juga: Trump akan Serang Iran dalam Skala Besar, Kami akan Terus Berupaya Hingga Tujuan Tercapai
Komnas HAM mendesak agar proses hukum dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Komisioner Komnas HAM Saurlin P Siagian bahkan meminta identitas pelaku segera diumumkan ke publik. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan eksternal dalam proses penegakan hukum.
Komnas HAM telah memintai keterangan sejumlah pejabat TNI guna memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prinsip keadilan.
Kasus ini menjadi sorotan luas dan diharapkan dapat diusut tuntas demi menjamin perlindungan terhadap aktivis serta penegakan hukum yang transparan di Indonesia.***




