POJOKSATU.id, PAPUA—Kejadian penembakan rombongan Tito Karnavian saat menjabat Kapolda Papua 14 tahun lalu, baru berhasil ditangkap pelakunya saat ini atau tahun 2026.
Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terlibat aksi penembakan rombongan Tito tahun 2012 lalu antara lain bernama Pulan Wonda alias Kamenak.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, pelaku adalah Pulan Wonda alias Kamenak yang ditangkap di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Kamis, 2 April 2026.
Baca Juga: Lusa, Kapten Zulmi yang Gugur di Lebanon akan Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra
“Pelaku merupakan DPO yang diketahui anggota aktif kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya dan memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai aksi kekerasan,” kata Kombes Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 3 April 2026.
Selain penembakan rombongan Tito, Pulan Wonda diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata sejak 2010, termasuk penyerangan terhadap aparat keamanan dan warga sipil di wilayah Puncak Jaya dan Lanny Jaya.
Aksi kekerasan yang dilakukan pelaku bersama kelompoknya dilaporkan menyebabkan sejumlah warga sipil serta anggota TNI dan Polri mengalami luka-luka bahkan meninggal dunia.
Baca Juga: Panglima TNI Telpon Kolonel Raja Nasution di Lebanon, Jaga Moril Prajurit Supaya Tetap Semangat
Penangkapan dilakukan setelah Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan pemantauan dan mendeteksi keberadaan pelaku di wilayah Kota Mulia.
Saat hendak diamankan, pelaku berusaha melarikan diri dengan menabrakkan kendaraannya ke arah petugas.
Aparat kemudian memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur yang melumpuhkan pelaku pada bagian kaki kanan.
Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor, tiga telepon genggam, serta sejumlah barang pribadi lainnya.
“Penegakan hukum ini dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan untuk menjaga stabilitas keamanan,” tambah Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani.
Saat ini, pelaku masih menjalani perawatan medis sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut. ***




