POJOKSATU.id - Situasi pascagempa magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara belum sepenuhnya mereda.

Hingga Kamis 2/4/2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puluhan gempa susulan masih terus terjadi dan membuat warga waspada.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, aktivitas gempa susulan terbilang tinggi dalam waktu singkat.

Baca Juga: Terungkap! Ini Penyebab SKTP Info GTK Terbit 3 Bulan Sekaligus, Guru Wajib Tahu Agar TPG Tak Terlambat Lagi

"Ini adalah hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 itu telah terjadi 93 aktivitas gempa susulan," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat konferensi pers 2/4/2026.

Ia menjelaskan, kekuatan gempa susulan bervariasi dan tidak bisa dianggap remeh.

"Dengan magnitudo 2,8 hingga 5,8," ucapnya.

Baca Juga: Trump Ancam Serang Iran dalam 3 Pekan, Sesumbar Akan Hancurkan hingga Kembali ke Zaman Batu

Bahkan, dari puluhan gempa tersebut, beberapa di antaranya turut dirasakan masyarakat.

"Dan gempa ini yang dirasakan sebanyak 7 gempa. Ini adalah frekuensi yang terus kita pantau," sambungnya.

BMKG menegaskan, fenomena gempa susulan merupakan hal yang normal setelah gempa utama. Namun masyarakat tetap diminta untuk tidak lengah.

Baca Juga: Trump Ancam Serang Iran dalam 3 Pekan, Sesumbar Akan Hancurkan hingga Kembali ke Zaman Batu

"Kita perlu berhati-hati beberapa gempa seperti termasuk di Palu itu mainshock-nya itu lebih kecil dari aftershock-nya," ujarnya.

"Nah aftershock-nya lebih besar daripada gempa yang datang pertama. Ini terus kami pantau di kantor BMKG Multi-Hazard Early Warning System di Kemayoran," katanya.

Meski tidak semua gempa susulan berpotensi besar, BMKG memastikan pemantauan dilakukan secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Warga diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa utama.

Hingga kini, aktivitas gempa masih terus dipantau secara real-time oleh BMKG.***