POJOKSATU.ID - Di tengah tekanan global akibat konflik di Timur Tengah dan gejolak harga energi, pemerintah memastikan kondisi keuangan negara masih berada dalam posisi aman.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap kuat berkat adanya cadangan fiskal yang cukup besar.

Salah satu bantalan utama yang disiapkan pemerintah adalah Saldo Anggaran Lebih yang saat ini mencapai sekitar Rp420 triliun.

Baca Juga: Taspen Cairkan Gaji Pensiun Awal April 2026, Ini Daftar Lengkap Nominal dari Golongan I hingga IV Sesuai PP 8/2024

Dana tersebut disebut bisa digunakan sewaktu-waktu jika kondisi fiskal mengalami tekanan signifikan.

“Ruang kita masih terbuka lebar. Jadi tidak perlu khawatir dengan kondisi APBN kita,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, meskipun konflik antara Iran dan Amerika Serikat berdampak pada kenaikan harga minyak dunia, kondisi saat ini masih berada di bawah asumsi yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Baca Juga: Dampak Gempa Bumi di Malut dan Sulut, BMKG Kirim Ahli untuk Survei Dampak dengan Berkekuatan 7,6 Magnitudo

Pemerintah sebelumnya mematok asumsi harga minyak sebesar 100 dolar AS per barel, sementara realisasi saat ini masih di kisaran 76-77 dolar AS.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai tekanan terhadap anggaran belum berada pada level yang mengkhawatirkan.

Defisit APBN 2026 pun tetap dijaga di angka sekitar 2,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga: WFH Nasional Resmi Berlaku! ASN Wajib Libur Kantor Tiap Jumat, Swasta Ternyata Tak Wajib Ikut, Ini Aturan Lengkapnya

Selain mengandalkan SAL, pemerintah juga melakukan langkah efisiensi anggaran secara bertahap.

Penghematan dilakukan pada sejumlah pos belanja kementerian dan lembaga yang dinilai belum menjadi prioritas utama.

“Ada penghematan di berbagai sisi, kami lakukan bertahap untuk menjaga keseimbangan fiskal,” jelasnya.

Meski memiliki cadangan dana besar, Purbaya menegaskan bahwa penggunaan SAL tidak akan dilakukan secara sembarangan.

Dana tersebut hanya akan digunakan dalam kondisi mendesak atau ketika tekanan terhadap APBN benar-benar meningkat tajam.

Baca Juga: Aturan WFH ASN April 2026! Ponsel Wajib Aktif 24 Jam, Telat Balas Chat 5 Menit Siap-Siap Kena Sanksi

“Kalau kepepet baru digunakan. Jadi saat ini kondisi keuangan negara masih sangat baik,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menghadapi ketidakpastian global.***