POJOKSATU.ID - Pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 tetap dalam kondisi aman meski menghadapi tekanan ekonomi global yang tidak menentu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa defisit fiskal masih berada dalam batas yang terkendali. Ia juga memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara disiplin sehingga tidak terjadi kekacauan.

“Defisitnya terkendali dan anggarannya tidak morat marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers.

Baca Juga: Bukan Cuma Hemat BBM! Ini 6 Keuntungan Motor Listrik yang Bikin Banyak Orang Langsung Beralih

Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai simulasi hingga akhir tahun, termasuk skenario jika harga minyak dunia menyentuh angka 100 dolar AS per barel.

Meski begitu, kondisi fiskal diyakini tetap stabil dan berkelanjutan.

Purbaya menekankan bahwa pemerintah tidak hanya menjaga keseimbangan anggaran, tetapi juga memastikan ruang fiskal tetap tersedia untuk merespons dinamika global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.

Baca Juga: BKN Tegaskan PPPK Tak Bisa Diberhentikan Meski Anggaran Tidak Ada, Ini 6 Alasan Resmi Pemberhentian

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga akhir Februari 2026 defisit APBN tercatat sebesar Rp 135,7 triliun atau setara 0,5 persen terhadap produk domestik bruto.

Di sisi lain, pendapatan negara mencapai Rp 358 triliun atau sekitar 11,4 persen dari target APBN tahun ini. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp 493,8 triliun atau sekitar 12,8 persen dari total pagu anggaran.

Baca Juga: Jasa Kulum Pelajar oleh Guru MTS di Depok Berujung Dapat Sanksi Tegas dari Pihak Sekolah, Ekonomi Syulit Jadi Alasan

Kenaikan belanja ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung berbagai program prioritas.

Penerimaan perpajakan juga menunjukkan tren positif dengan capaian Rp 290 triliun. Selain itu, penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp 68 triliun.

Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis kondisi APBN tetap sehat dan mampu menopang kebutuhan pembangunan nasional.

Purbaya pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap kondisi fiskal saat ini. Ia memastikan seluruh kebijakan telah dirancang dengan perhitungan matang hingga akhir tahun.***