POJOKSATU.id, JAKARTA—Ketua MPR yang juga kader Gerindra, Ahmad Muzani, meminta Presiden Prabowo Subianto menarik pasukan TNI dari wilayah Lebanon.

Imbauan ini dilakukan usai tiga anggota TNI tewas atau gugur akibat hantaman atau serangan Israel yang berkonflik dengan Hizbullah di Lebanon.

Menurut Ahmad Muzani, langkah tersebut penting sesuai dengan amanat konstitusi yang memerintahkan negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.

Baca Juga: Pakai Instagram Story, Prabowo Sampaikan Duka Cita Gugurnya 3 Anggota TNI Dihantam Israel

“Agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian tersebut,” kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Menurut Muzani, kawasan tugas UNIFIL adalah daerah yang membahayakan bagi keselamatan TNI. Oleh karenanya, pemerintah diminta mempertimbangkan menarik prajurit TNI di kawasan tersebut.

“Itu sebabnya MPR merasa perlu menyampaikan pandangan ini ke hadapan masyarakat,”kata Muzani.

Baca Juga: Sosok Perwira Kopassus Kapten Zulmi Aditya Gugur di Usia Muda Diserang Israel, Lulusan Akmil 2015

Diketahui, total sudah tiga anggota TNI tewas atau gugur di Lebanon akibat hantaman rudal atau serangan Israel yang menyasar pasukan perdamaian.

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Grup2 Kopassus merupakan Komandan Kompi B pasukan UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Kemudian Sertu Muhammad Ichwan dari Kesdam IX/Udayana. Dan Praka Farizal Romadhon.

Kapten Zulmi gugur bersama Sertu Ichwan pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.

Saat itu, Task Force Bravo (TFB) Indobatt tengah mengawal konvoi logistik milik Spanyol, Combat Support Service Unit (CSSU), yang terdiri dari enam kendaraan.

Rombongan bergerak dari Markas Sektor Timur (UNP 7-2) menuju Markas Indobatt (UNP 7-1) untuk keperluan pengisian ulang logistik serta pengantaran peti jenazah Praka Farizal Rhomadhon.

Sementara Praka Farizal Rhomadhon tewas atau gugur pada Minggu (29/3) akibat pecahan proyektil serangan Israel.***