POJOKSATU.id - Nasib harga BBM di Indonesia kini benar-benar berada di titik krusial. Di tengah lonjakan harga minyak dunia yang terus merangkak naik.

Pemerintah belum juga mengambil keputusan final. Semua mata kini tertuju pada Presiden sebagai pemegang keputusan tertinggi.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, secara terbuka mengakui bahwa kebijakan terkait BBM subsidi masih dalam pembahasan.

Baca Juga: BTS Cetak Rekor Billboard All Kill, 'Swim' Debut Peringkat 1 Hot 100 dan 13 Lagu di Album “ARIRANG” Masuk Chart

Ia menegaskan bahwa keputusan tidak bisa diambil sembarangan karena menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

"Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu nonindustri," kata Bahlil dikutip Pojoksatu.id dari sekretariat Presiden 31/3/2026.

Ia menjelaskan, untuk sektor industri, harga BBM sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar.

Baca Juga: BTS Cetak Rekor Billboard All Kill, 'Swim' Debut Peringkat 1 Hot 100 dan 13 Lagu di Album “ARIRANG” Masuk Chart

"Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," kata Bahlil.

Sementara itu, BBM non-subsidi seperti RON tinggi memang ditujukan bagi masyarakat mampu.

"Bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampulah, seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi ya kan? Dan selama mereka mau, selama ada uang untuk bayar monggo," ucapnya.

Baca Juga: Jaga Keselamatan Perjalanan, KAI Daop 3 Cirebon Gelar Tes Narkoba kepada Petugas Penjaga Perlintasan KA

Bahlil juga menegaskan, tidak ada beban negara dalam skema tersebut.

"Tugas negara menyiapkan yang membayar, tidak ada tanggungan negara sama sekali," ujarnya.

Namun untuk BBM subsidi, situasinya berbeda. Pemerintah masih berhitung matang.

"Saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat," ucap Bahlil.

Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa keputusan besar terkait BBM subsidi hanya tinggal menunggu waktu.***