POJOKSATU.id, BEKASI—Polisi menyebut kedua pelaku mutilasi pegawai ayam geprek di Perumahan Mega Regency, Sukaragam, Serang Baru, Bekasi, berusaha menghilangkan jejak kriminalnya.

Kedua pelaku sengaja membuang jauh bagian tangan dan kaki ke daerah Cariu Bogor. Puluhan kilometer jauhnya dari lokasi pembunuhan korban Abdul Hamid.

Antara pelaku dan korban merupakan rekan kerja di penjualan ayam geprek tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, penangkapan dilakukan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Minggu (29/3/2026) pukul 09.30 WIB di Desa Sindang Panji, Cikijing, Majalengka.

Baca Juga: Annisa Pohan Melahirkan Anak Kedua, AHY Sebut Keajaiban dari Penantian Panjang, Ungkap Alasan Memberi Nama Sang Putra 'Arjuna Hanyokrokusumo'

“Benar, dua orang pelaku telah diamankan. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami motif, konstruksi peristiwa, serta peran masing-masing pihak,” ujar Budi, Senin (30/3/2026).

"Penyidik masih terus menelusuri keterlibatan masing-masing pelaku, termasuk peran saat kejadian, rangkaian tindak pidana, hingga dugaan upaya menghilangkan jejak setelah peristiwa itu terjadi," kata Kabid Humas.

Dari video penangkapan yang diterima Warta Kota, tampak pelaku hendak dimasukkan ke dalam mobil.

Baca Juga: Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Kebobolan Gol Penalti

Satu pelaku mengenakan pakaian warna biru dan satu lagi berpakaian hitam.

Kedua tangan pelaku terlihat terikat kabel ties warna merah.

Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk dugaan upaya pelaku menghilangkan jejak.

Potongan Tubuh di Bogor

Sebelumnya, jasad Abdul Hamid lebih dulu ditemukan di dalam freezer kios ayam geprek yang berlokasi di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Saat ditemukan, kondisi jasad tidak utuh karena bagian tangan dan kaki hilang.

"Di daerah Cariu, Bogor. Benar (potongan tubuh korban ditemukan semua)," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim.

Kasus mutilasi ini sempat menghebohkan warga Bekasi. Penemuan jasad bermula saat pemilik kios kembali dari mudik di Cilacap pada Sabtu (28/3) dan mencium bau menyengat dari dalam freezer di kios miliknya.***