POJOKSATU.id, JAKARTA—Grab memutus kemitraan dan memboikot driver online yang melakukan pelecehan seksual kepada penumpang wanitanya di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Pihak Grab Indonesia bersikap tegas menindak pengemudi online yang dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan ini.

"Grab telah mengambil tindakan tegas berupa putus mitra terhadap mitra pengemudi terkait setelah dilakukan investigasi," kata Director of Trust & Safety and Grab Support Grab Indonesia, Radhi Juniantino, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (28/3/2026).

Grab menyesali kasus kekerasan seksual terhadap penumpang wanita tersebut. Grab juga memboikot pengemudi tersebut sehingga tak dapat lagi menjadi mitra.

Baca Juga: VIRAL Trump Klaim Pangeran Saudi MBS ‘Tunduk dan Menjilat’, Ucapan Kasarnya Langsung Guncang Dunia!

"Mitra pengemudi terkait telah disertakan dalam daftar hitam atau blacklist karena telah terbukti melanggar Kode Etik Mitra Grab. Dengan tindakan ini, yang bersangkutan tidak dapat kembali bermitra dengan Grab," tegasnya.

Dia mengatakan Grab telah menerima laporan mengenai insiden tersebut pada Sabtu (14/3) dan langsung menindaklanjuti kejadian tersebut sesuai dengan prosedur.

Grab terus berupaya berkomunikasi dengan penumpang dan memberikan perkembangan penanganan secara berkala.

"Saat ini fokus kami adalah memastikan penumpang mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama masa sulit ini. Grab telah menawarkan dan memfasilitasi sejumlah bentuk pendampingan," katanya.

Baca Juga: Carilah Muka

Pelecehan di Kawasan Harmoni

Kasus pelecehan kepada penumpang wanita ini terjadi pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 15.40 WIB saat korban meminta diantar dari Stasiun Gambir ke Apartemen di Harmoni.

Dia mengatakan driver online tersebut awalnya hanya mengajak mengobrol tapi malah terjadi pelecehan.

"Emang beliau dari awal sering ngajak ngobrol basa-basi sampai sempet ngelus kaki sampai naik ke pahaku, kayak 'kenapa di Jakarta, sama siapa, ngapain?'. Kayak kesannya makin ke sini malah ke mana-mana pertanyaannya," kata korban saat dihubungi wartawan.

Baca Juga: Usai Kabais Mundur, Pengamat Yakin TNI Proses Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Secara Transparan

Korban yang risih lalu merekam video ulah pengemudi online tersebut.

Korban mengatakan driver taksi online ini juga menyelesaikan order di perjalananan. Padahal korban belum sampai ke tujuan.

"Belum ada setengah perjalanan, beliau sudah nge-end-kan orderan saya, itu saya nggak ngeh. Terus mobil dimasukin jalanan sepi, hanya bisa satu jalur. Di situlah kejadian, dia lompat ke belakang," ujarnya.

Pelaku lalu menindih korban dan mengambil handphone (HP). Korban memberontak dengan memukul kaca mobil. Pelaku juga mengancam nyawa korban.

"Dia meminta password HP saya agar location saya dimatikan. Kalau nggak, aku bakal didor-dor," ucapnya.

Korban mengatakan mobil yang ditumpanginya berhenti di jalan lorong belakang apartemen kawasan Harmoni.

Saat driver online ini ingin melecehkan korban, secara tiba-tib ada mobil membunyikan klakson berkali-kali dari arah belakang karena aksesnya tertutup oleh mobil pelaku yang berhenti di tengah jalan.

"Nah di situlah semua orang sekitar mendekati mobil kami. Lalu aku di situ tetap memberontak dengan menggedor-gedor kaca. Eh si driver ketendang pintu sebelah kiri, jadi kebuka, di situ pintu sebelah kanan langsung dibuka sama warga," tuturnya.***