POJOKSATU.id - Pemerintah memastikan belum ada perubahan kebijakan terkait komoditas batu bara dan nikel di tengah dinamika pasar global terutama di tengah konflik Timur Tengah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menegaskan langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan supply dan demand agar harga tetap stabil.

Dalam keterangannya Bahlil menyebut kondisi pasar masih dalam tahap pemantauan sehingga belum diperlukan intervensi kebijakan baru.

Baca Juga: Farhan Pastikan Pasokan BBM di Kota Bandung Aman, Belum Ada Sinyal Kenaikan Harga Subsidi

“Sampai dengan hari ini tidak ada perubahan kebijakan apa-apa dari Menteri ESDM,” ujarnya dikutip Pojoksatu.id dari YT Sekretariat Presiden 26/3/2026.

Meski demikian pemerintah membuka ruang evaluasi jika kondisi harga terus membaik. Salah satunya melalui opsi relaksasi produksi yang tetap dilakukan secara hati-hati.

“Kalau harganya stabil terus bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi,” katanya.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Israel Panggil 400.000 Tentara Cadangan, Tanda Operasi Darat ke Lebanon Akan Diperluas

Di sisi lain pemerintah mulai mengarahkan fokus pada peningkatan penerimaan negara dari sektor mineral khususnya nikel.

Bahlil menilai masih ada ketimpangan yang perlu diperbaiki agar negara mendapatkan manfaat optimal dari sumber daya alam.

Ia bahkan memberi sinyal kuat terkait rencana penyesuaian harga patokan mineral.

“Kemungkinan besar HPM untuk nikel saya akan naikkan,” tegasnya.

Baca Juga: Bahlil Buka-bukaan Soal Hilirisasi, 33 Proyek Hilirisasi Jalan, Investasi Rp239 Triliun Mengalir

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan pentingnya menempatkan kepentingan negara di atas segalanya dalam pengelolaan sumber daya alam.

Dengan strategi menjaga stabilitas batu bara dan mengerek nilai nikel, pemerintah berupaya memastikan sektor energi dan mineral tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional.***