POJOKSATU.ID- Puncak arus balik Lebaran 2026 tercatat mencapai 250 ribu kendaraan, data ini termasuk tertinggi sepanjang sejarah mudik di tahun sebelumnya.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengungkapkan, arus lalu lintas dipastikan tetap aman terkendali.

“Arus balik puncaknya adalah 256.388 (kendaraan). Ini juga terbanyak arus balik sepanjang sejarah ini karena tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8 persen,” ungkap Agus Suryonugroho.

Baca Juga: Drama Timur Tengah Memanas, Iran Luncurkan Rudal ke Israel Tak Lama Setelah Trump Bicara Perdamaian

Menurutnya, angka arus balik pemudik ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah arus balik Lebaran.

Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya tercatat hanya sekitar 223 ribu kendaraan di momen arus balik, artinya terjadi kenaikan sekitar 14,8%.

“Artinya kalau nanti malam Operasi Ketupat selesai, ini kurang lebih tinggal 250 ribu kendaraan yang harus kita kelola yang ada di Trans Jawa menuju Jakarta. Jadi, cukup terkendali,” ucapnya.

Baca Juga: Kejadian Mengejutkan di Jembatan Sewo, Mobil Elf Mendadak Oleng dan Tabrak Penyapu Koin, Korban Alami Luka-Luka

Lonjakan ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, saat periode mudik dan arus balik.

Sebagian Besar Kendaraan Sudah Kembali ke Jakarta

Korlantas mencatat, lebih dari separuh kendaraan pemudik telah kembali ke arah Jakarta dari kampung halaman.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 58% kendaraan atau hampir 2 juta unit sudah masuk kembali.

Baca Juga: VIRAL Niat Bikin Konten Cinematic, Truk ini Malah Terjebak di Pasir Pantai Begedur Banten

Meski begitu, masih ada sekitar 250 ribu kendaraan yang berada di jalur Trans Jawa menuju Jakarta, yang tentunya perlu dikelola dengan baik.

Kondisi ini menandakan arus balik pemudik masih berlangsung, tetapi mulai menuju fase akhir.

Operasi Ketupat 2026 Jadi Kunci Pengendalian Lalu Lintas

Pengaturan arus lalu lintas selama Lebaran, tidak lepas dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Baca Juga: Warisan 'Aroma Tak Sedap' Pejabat Lama Kejari Mulai Tercium, Alasan Konyol 11 Desa Yang Diduga Korupsi 'Mal Administrasi'

Dalam operasi tersebut, aparat melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan. Selain itu, petugas juga menyiapkan ribuan pos layanan, diantaranya :

1.624 pos pengamanan.
779 pos pelayanan.
343 pos terpadu.
Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat informasi, sekaligus membantu kelancaran perjalanan masyarakat dari Jakarta menuju kampung halaman atau sebaliknya.

Tidak hanya fokus pada jalan tol dan jalur utama, pengamanan juga menyasar berbagai titik keramaian.

Baca Juga: Viral Mau Lewat Jembatan Umum Malah Dimintai Uang Mencapai Rp30 ribu, Video Ini Bikin Netizen Emosi

Total ada lebih dari 185 ribu objek yang menjadi perhatian, lokasi tersebut mencakup :

Masjid dan lokasi salat Id.
Tempat wisata.
Pusat perbelanjaan.
Terminal, pelabuhan.
Atasiun, hingga bandara.
Langkah pengamanan ini sangatlah penting, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode libur Lebaran.***