POJOKSATU.id - Suasana hangat Lebaran terasa kental di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026.

Di tengah tradisi silaturahmi Idulfitri, Presiden Prabowo Subianto menerima tamu spesial, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama keluarga besarnya.

Kedatangan SBY bukan sekadar kunjungan biasa.

Ia hadir bersama putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Edhie Baskoro Yudhoyono, lengkap dengan keluarga masing-masing.

Baca Juga: Dubes Iran Silaturahmi ke Megawati, Singgung Geopolitik

Rombongan keluarga besar itu tampil kompak mengenakan busana bernuansa krem, menciptakan kesan hangat dan penuh kebersamaan.

Setibanya di Istana, Prabowo menyambut langsung kedatangan SBY dan keluarga.

Keduanya kemudian terlihat berbincang akrab sebelum masuk ke dalam Istana Merdeka untuk melanjutkan pertemuan secara tertutup.

Dalam momen tersebut, Prabowo didampingi oleh putranya, Didit Hediprasetyo.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana santai, mencerminkan hubungan personal yang tetap terjaga di antara tokoh-tokoh nasional.

Baca Juga: Bukan di Lapangan, Cristiano Ronaldo Curi Perhatian di Hari Raya Idulfitri

Silaturahmi dan Momen Kebersamaan

Usai pertemuan tertutup, suasana kehangatan kembali terlihat saat Prabowo dan keluarga besar SBY berfoto bersama.

Momen ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang turut bergabung.

Sejumlah pejabat negara tampak mendampingi, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Namun demikian, nuansa Lebaran di Istana tahun ini terasa berbeda dari sebelumnya.

Prabowo memilih membuka pintu Istana untuk masyarakat umum melalui agenda gelar griya atau open house.

Open House Diserbu Ribuan Warga

Menariknya, kegiatan open house kali ini tidak difokuskan untuk kalangan pejabat negara.

Baca Juga: Redam Polemik Lapangan Merdeka, Wali Kota Sukabumi Hadiri Salat Id Muhammadiyah di UMMI

Pemerintah justru memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk datang langsung ke Istana.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan arahan langsung Presiden.

“Beliau menyampaikan tidak wajib dihadiri pejabat karena tidak ingin merepotkan. Kegiatan ini memang dikhususkan untuk masyarakat umum,” ujarnya.

Sejak siang hari, ribuan warga mulai memadati kawasan Istana Kepresidenan.

Baca Juga: Sudah Lebaran, THR Guru Belum Masuk? Ini Jadwal Pencairan Terbaru

Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar lima ribu orang.

Suasana terasa hidup, namun tetap khidmat dengan iringan lantunan sholawat yang menggema.

Prabowo, yang mengenakan baju koko putih, tampak berjalan menyapa warga satu per satu.

Di sampingnya, Didit Hediprasetyo mengenakan koko biru dan turut berinteraksi dengan masyarakat. Antusiasme warga begitu terasa.

Banyak yang mengulurkan tangan untuk bersalaman, sementara lainnya mengabadikan momen langka tersebut.

“Pak Prabowo, Pak Prabowo,” teriak warga penuh semangat.

“Hidup Pak Prabowo,” sahut yang lain, menciptakan suasana penuh energi.

Di sisi lain, Didit juga melayani permintaan swafoto dari warga yang ingin mengabadikan momen Lebaran bersama keluarga Presiden.

Kehangatan ini menjadi gambaran bagaimana Istana tidak hanya menjadi simbol kekuasaan, tetapi juga ruang kebersamaan.

Momen Idulfitri tahun ini pun menjadi lebih bermakna, ketika tradisi silaturahmi mampu menyatukan berbagai kalangan dalam suasana yang sederhana namun penuh makna.***