POJOKSATU.ID - Pemerintah bergerak cepat untuk memastikan bahwa momen Idulfitri 2026 tidak hanya berjalan lancar dari sisi ketersediaan energi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kedaulatan nasional.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan bahwa meskipun konsumsi diprediksi meningkat, ketergantungan pada impor terus ditekan melalui penguatan infrastruktur domestik.

Langkah utama pemerintah dalam mengurangi ketergantungan luar negeri adalah melalui penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

Fokus ini menjadi krusial mengingat tingginya mobilitas masyarakat saat lebaran yang memicu lonjakan permintaan bahan bakar.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Terkendali Menjelang Idulfitri 2026

Optimasi kilang dalam negeri ini diprediksi mampu memberikan penghematan devisa yang signifikan.

Menteri ESDM menjelaskan bahwa pengembangan refinery ini merupakan langkah strategis untuk menutupi celah antara kemampuan produksi minyak mentah (lifting) nasional dengan total kebutuhan konsumsi masyarakat.

Selain memperkuat produksi fisik, pemerintah juga melakukan rekayasa kontrak pengadaan energi, khususnya LPG.

Saat ini, kebutuhan gas domestik masih sangat bergantung pada pasar internasional dengan komposisi 70% dari Amerika Serikat dan 20% dari Timur Tengah.

Baca Juga: Prediksi Mudik 2026 Dengan Total 143,9 Juta Warga Indonesia Bersiap Mudik Lebaran Pulang Kampung!

Menghadapi dinamika global dan tingginya penggunaan gas rumah tangga saat Idulfitri, pemerintah menerapkan bebrapa strategi.

Meskipun fokus pada penekanan impor, pemerintah menjamin bahwa stok BBM jenis RON 90, 92, 98, serta Solar dan Avtur saat ini tetap berada di atas batas minimal cadangan nasional.

Dengan komunikasi lintas sektoral yang baik, ketersediaan energi untuk masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dipastikan aman dan terkendali.***