POJOKSATU.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun dunia tengah menghadapi tekanan krisis global.

Menurut Prabowo, program tersebut justru menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di tingkat akar rumput.

Ia menilai, situasi global yang penuh ketidakpastian saat ini harus dijawab dengan langkah konkret yang mampu memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: 157 Perusahaan di Jabar Diadukan Soal THR, Disnakertrans Siapkan Sanksi Bertahap

“Program ini menjadi stimulus untuk pertumbuhan di tingkat akar rumput,” ujar Prabowo, Senin (16/3/2026).

Prabowo menjelaskan, MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Dengan adanya program tersebut, daya beli masyarakat diharapkan meningkat, sekaligus membuka peluang usaha baru di berbagai sektor.

Baca Juga: Heboh SPPG Ponorogo Dibekukan, Pemilik Yayasan Ngaku Cucu Menteri dan Diduga Mark Up Anggaran

Pemerintah pun menargetkan program MBG dapat menjangkau hingga 80 juta penerima manfaat pada tahun 2026.

Kelompok sasaran mencakup anak sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui yang membutuhkan asupan gizi secara rutin.

Prabowo menyebut, program ini bahkan menyerap sekitar 11 persen dari total anggaran pemerintah pusat tahun ini, menunjukkan betapa besarnya komitmen negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Di Tengah Kecamuk Perang, Presiden Trump Akui Orang Iran Pintar dengan Kecerdasan Sangat Tinggi

Selain MBG, pemerintah juga akan terus mendorong program prioritas lain, seperti pembangunan rumah subsidi dan penguatan koperasi desa.

Tak hanya itu, Prabowo juga menekankan pentingnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung.

Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin inklusif dan merata di seluruh lapisan masyarakat.***