POJOKSATU.id - Lebaran tinggal menghitung hari. Hari ini umat Islam bahkan sudah memasuki hari ke-25 bulan suci Ramadan, yang berarti momen berkumpul bersama keluarga semakin dekat.

Namun di tengah suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri, orang tua juga perlu meningkatkan kewaspadaan. 

Pasalnya, penyebaran penyakit campak pada anak dilaporkan mengalami lonjakan di sejumlah wilayah.

Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. 

Baca Juga: VIRAL Pria Mau Beli Takjil di Mall Malah Diteriaki Maling oleh Ibu-Ibu Tak Dikenal

Penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh yang disertai gejala mirip flu.

Campak disebabkan oleh virus yang dapat menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. 

Gejalanya biasanya muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah seseorang terpapar virus tersebut.

Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak dan dapat berakibat serius jika tidak ditangani dengan baik. 

Meski begitu, campak sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.

Baca Juga: Tips Memilih Motif Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Biar OOTD Hari Raya Simpel tapi Tetap Chic

Penyebab Campak

Campak pada bayi dan anak-anak disebabkan oleh virus rubeola. 

Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui tetesan udara yang mengandung virus.

Virus campak termasuk dalam genus Morbillivirus dalam keluarga Paramyxoviridae. 

Menariknya, manusia merupakan satu-satunya inang alami virus ini.

Virus biasanya masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut, atau mata. 

Setelah masuk, virus akan menyerang sistem pernapasan dan kemudian menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ tubuh.

Penyebaran virus ini bisa menyebabkan peradangan pada pembuluh kapiler di kulit, yang kemudian memunculkan ruam khas campak.

Baca Juga: Kehangatan Ramadan: 100 Anak Yatim Terima Santunan dari Rinna Suryanti

Faktor Risiko Campak

Campak paling sering terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Namun sebenarnya siapa pun bisa tertular penyakit ini.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena campak antara lain belum mendapatkan vaksinasi campak, bepergian ke wilayah dengan kasus campak tinggi, serta kekurangan vitamin A yang dapat memperparah gejala penyakit.

Gejala Campak pada Anak

Gejala awal campak biasanya muncul seperti penyakit flu. Anak dapat mengalami batuk, pilek, demam tinggi, serta mata merah.

Selain itu, ada juga tanda khas berupa bintik kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik. 

Baca Juga: Menkomdigi Ajak Keluarga Kurangi Screen Time Saat Lebaran, Ada 6 Tips Mengatur Waktu Gawai Anak

Setelah beberapa hari, ruam kemerahan biasanya mulai muncul.

Ruam tersebut umumnya muncul pertama kali di belakang telinga atau sekitar garis rambut, kemudian menyebar ke wajah, leher, hingga seluruh tubuh.

Beberapa gejala campak yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya

  • Batuk kering dan hidung beringus

  • Demam tinggi

  • Tubuh lemas dan mudah lelah

  • Nafsu makan menurun

  • Diare atau muntah

  • Bercak putih keabu-abuan di dalam mulut

Baca Juga: Disdik Jabar Klarifikasi Polemik Pencabutan Izin SMK IDN Bogor, Nasib 500 Siswa Jadi Sorotan

Campak termasuk penyakit yang sangat menular. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga sekitar empat hari setelah ruam terlihat.

Pantangan Saat Terkena Campak

Ketika anak terserang campak, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar kondisi tidak semakin memburuk.

Penderita campak dianjurkan untuk tidak berada di kerumunan atau melakukan kontak dekat dengan orang lain. 

Hal ini penting untuk mencegah penyebaran virus.

Selain itu, penderita juga sebaiknya menghindari makanan berminyak, makanan cepat saji, serta makanan yang terlalu pedas atau asam karena dapat memperparah iritasi tenggorokan.

Aktivitas fisik berat juga sebaiknya dihindari karena tubuh membutuhkan banyak energi untuk melawan infeksi.

Baca Juga: Katanya AI Masuk Kurikulum, Tapi Dibatasi? Begini Duduk Perkara Munculnya SKB 7 Menteri, Ketahui Screen Time Anak

Cara Membantu Pemulihan Campak

Meski tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan campak, penyakit ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu pemulihan antara lain memperbanyak minum air agar tidak dehidrasi, beristirahat cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Obat penurun demam juga dapat diberikan untuk membantu meredakan gejala yang muncul.

Pencegahan Campak

Cara paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui vaksinasi.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Makin Lancar, Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai Dibuka Fungsional, Ketahui Jadwalnya!

Vaksin campak biasanya diberikan dalam bentuk vaksin MMR yang juga melindungi dari gondongan dan rubella.

Vaksin ini diberikan dua kali, yaitu saat anak berusia sekitar 15 bulan dan dosis kedua diberikan pada usia 5 hingga 6 tahun sebelum memasuki sekolah dasar.

Menjelang Lebaran, saat mobilitas dan pertemuan keluarga meningkat, orang tua diharapkan lebih waspada terhadap kesehatan anak. 

Mengenali gejala campak sejak dini bisa menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini dan menjaga kebahagiaan momen berkumpul bersama keluarga.***