POJOKSATU.id - Nama Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman tengah menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Di tengah sorotan tersebut, data mengenai harta kekayaan Syamsul Auliya Rachman ikut menjadi perhatian.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK, total kekayaan Syamsul tercatat mencapai sekitar Rp12.039.790.782.
Baca Juga: Profil Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap Termuda di Jawa Tengah yang Kini Terseret OTT KPK
Laporan tersebut disampaikan pada 19 Januari 2026 untuk periode laporan tahun sebelumnya.
Dalam dokumen LHKPN itu, sebagian besar kekayaan Syamsul berasal dari aset tanah dan bangunan yang berada di wilayah Kabupaten Cilacap.
Nilainya mencapai lebih dari Rp9 miliar, sehingga menjadi komponen terbesar dalam total harta yang dilaporkan.
Baca Juga: HEBOH KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Diduga Terkait Proyek Daerah
Selain properti, Syamsul juga tercatat memiliki kendaraan bermotor dengan nilai sekitar Rp1 miliar lebih.
Kendaraan tersebut terdiri dari mobil pribadi yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Tak hanya itu, terdapat pula kategori harta bergerak lainnya dengan nilai ratusan juta rupiah.
Biasanya kategori ini mencakup barang-barang bernilai seperti perhiasan atau koleksi pribadi.
Baca Juga: HEBOH KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Diduga Terkait Proyek Daerah
Dalam laporan yang sama, Syamsul juga mencatat kepemilikan kas dan setara kas yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Dana tersebut dapat berupa tabungan maupun simpanan keuangan lainnya.
Jika dijumlahkan, total kekayaan yang dilaporkan ke KPK berada di kisaran Rp12 miliar.
Data harta kekayaan ini kembali menjadi sorotan setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Syamsul di Cilacap pada Jumat 13/3/2026.
Baca Juga: Profil Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap Termuda di Jawa Tengah yang Kini Terseret OTT KPK
KPK saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Publik pun menunggu penjelasan resmi dari lembaga antirasuah mengenai perkembangan kasus yang sedang ditangani tersebut.***



.webp)
