POJOKSATU.id - Kisah pilu pasangan lansia di wilayah Nias viral di media sosial setelah meteran listrik di rumah mereka dicabut karena jarang mengisi token listrik.
Cerita ini pertama kali dibagikan oleh seorang pengguna Facebook bernama Tanti.
Ia mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut saat berjalan kaki di kampung halaman mertuanya.
Saat itu ia melihat beberapa petugas PLN datang ke sebuah rumah sederhana milik pasangan lansia.
Baca Juga: Kuasa Hukum Wawan Setiawan Tegaskan Tidak Tepat Kaitkan Gubernur dalam Perkara DAK Disdik Jambi
Karena penasaran, Tanti kemudian mendekat untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
Di rumah kecil itu tinggal seorang kakek berusia sekitar 83 tahun bersama istrinya. Pasangan tersebut hidup sederhana dengan penggunaan listrik yang sangat terbatas.
Menurut cerita sang nenek, mereka sebelumnya mengajukan permohonan agar meteran listrik rumahnya mendapatkan subsidi, permintaan itu disebut sudah disetujui sejak Februari 2025.
Baca Juga: THR Guru 2026, TPG Jadi Tambahan Tanpa Tukin, Berikut Aturan Barunya
Sejak saat itu mereka jarang membeli token listrik karena pemakaiannya sangat sedikit.
Di rumah tersebut hanya ada tiga lampu berdaya rendah dan sebuah rice cooker yang sesekali digunakan.
Token listrik terakhir bahkan diisi pada Desember 2025 dan masih bertahan cukup lama.
Baca Juga: Kuasa Hukum Wawan Setiawan Tegaskan Tidak Tepat Kaitkan Gubernur dalam Perkara DAK Disdik Jambi
Namun kondisi tersebut justru menimbulkan kecurigaan dari petugas yang datang. Mereka mempertanyakan mengapa token listrik di rumah itu tidak cepat habis.
Tak lama kemudian meteran listrik tersebut dicabut dan diganti dengan yang baru.
Pasangan lansia itu juga diminta membayar biaya sebesar Rp600 ribu yang disebut berasal dari bantuan BLT yang mereka terima.
Kisah ini kemudian viral dan menuai banyak simpati warganet. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai kejadian tersebut.***




