POJOKSATU.id - Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi mendadak diwarnai aksi protes mahasiswa yang mencegat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri sidang paripurna di DPRD Kota Bekasi.
Mahasiswa menyampaikan keluhan terkait persoalan banjir yang masih kerap terjadi meski pemerintah telah membangun sejumlah polder air sebagai program pengendalian banjir.
Dalam aksi tersebut, salah satu mahasiswa menyampaikan langsung kritik di hadapan Dedi Mulyadi.
“Kemarin banjir masih terus terjadi Pak Gubernur. Padahal hari ini Pemkot Bekasi memiliki program strategis yaitu polder air. Akan tetapi polder air tersebut tidak menjawab,” ujar mahasiswa dikutip Pojoksatu.id dari Dedi Mulyadi Channel.
Mahasiswa juga menyinggung bahwa beberapa polder air yang dibangun dinilai belum berfungsi optimal.
“Banyak polder-polder air yang dibangun, Pak Gubernur. Akan tetapi banjir di situ masih tetap terjadi, bahkan debit airnya makin meninggi,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi memilih merespons dengan dialog terbuka dan berjanji akan melakukan evaluasi teknis terhadap sistem pengendalian banjir di Bekasi.
“Nanti saya evaluasi ya, problem-problemnya di mana saja secara teknis. Evaluasinya harus sama ahli pengairan dan kita cari solusinya,” kata Dedi Mulyadi.
Ia juga menegaskan bahwa evaluasi penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara instan dan harus dilakukan bertahap berdasarkan kajian teknis.
Dialog singkat tersebut berlangsung di tengah acara peringatan HUT Kota Bekasi yang sebelumnya berlangsung santai dengan rangkaian penyambutan budaya Betawi.***




