POJOKSATU.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangkaian respons terhadap tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Dalam sebuah analisis yang ramai diperbincangkan di media sosial, disebutkan bahwa kedua negara tersebut mulai terlihat kewalahan menghadapi eskalasi yang terjadi.

Dalam video Youtube Mahfud MD Official, seorang analis menyebut situasi konflik menunjukkan tanda-tanda bahwa strategi Iran mulai memberikan tekanan serius kepada lawan-lawannya.

Baca Juga: Sejarah Tasbih dalam Islam dan Hukumnya, Dari Dzikir dengan Jari hingga Perdebatan Penggunaan Manik Tasbih

Ia bahkan menyebut kondisi tersebut terlihat sejak awal eskalasi konflik berlangsung.

“Di hari kedua pun Amerika sama Israel sudah gelagapan,” ujar Faisal Assegaf dikutip Pojoksatu.id dari Podcast Terus Terang .

Menurutnya, reaksi Amerika Serikat dan Israel yang mulai mendorong rakyat Iran untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah menunjukkan bahwa opsi militer tidak berjalan sesuai harapan.

Baca Juga: Fir'aun Baik

Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa upaya mengganti pemerintahan sebuah negara biasanya hanya memiliki dua skenario utama.

“Kalau untuk menumbangkan rezim kan cuma dua skenarionya. Membangkitkan people power, yang kedua invasi,” jelasnya.

Namun hingga saat ini, skenario tersebut dinilai belum terlihat berhasil. Bahkan disebutkan dukungan masyarakat Iran terhadap pemerintah justru masih kuat.

Baca Juga: Sejarah Tasbih dalam Islam dan Hukumnya, Dari Dzikir dengan Jari hingga Perdebatan Penggunaan Manik Tasbih

“People powernya sekarang malah pro Iran, pro pemerintahnya sendiri,” katanya.

Narasumber tersebut juga mengingatkan bahwa konflik kali ini berpotensi berbeda dibandingkan eskalasi sebelumnya.

“Perang kali ini akan berbeda dengan perang sebelumnya.”

Situasi tersebut membuat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa waktu ke depan.***