POJOKSATU.id - Video ceramah mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Lapas Sukamiskin ramai beredar di media sosial dan memicu berbagai reaksi netizen .

Dalam potongan video tersebut, SYL terlihat memberikan ceramah tentang kepemimpinan di hadapan sejumlah peserta di lingkungan lapas.

Ia menyampaikan berbagai pandangan mengenai karakter pemimpin, mulai dari pentingnya efisiensi hingga menjaga keharmonisan di antara bawahan.

Baca Juga: Gaji Pokok di Info GTK Tiba-tiba Berubah, Ternyata Ini Penyebab Utamanya dan Cara Memastikan Data Tetap Aman

Namun yang paling menyita perhatian publik adalah pernyataan SYL ketika menyinggung perkara hukum yang menjerat dirinya.

Dalam ceramah itu, SYL menegaskan bahwa dirinya masuk penjara bukan karena melakukan penyelewengan.

“Sekali lagi saya masuk di sini bukan karena penyelewengan, sudah. Bukan. Insya Allah,” ujar SYL dikutip Pojoksatu.id dari TikTok @infomakassar.id.

Baca Juga: Rangkuman Materi TKA SMP 2026 Bahasa Indonesia, Lengkap Penjelasan, Kompetensi hingga Matriks Asesmen

Ia bahkan menyampaikan sumpah di hadapan para jamaah saat berbicara di masjid lapas.

“Saya perjanjikan dunia akhirat ini di masjid ini,” katanya.

SYL kemudian menyebut kontribusi yang menurutnya telah ia berikan kepada negara selama menjabat di pemerintahan.

Baca Juga: 1000 Pelajar Nyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza di Surabaya, Memperingati Apa? Ungkap Makna Musik dalam Perjuangan

“Saya berkontribusi pada negara dua ribu empat ratus triliun dalam setiap tahun. Yang dicari sama saya empat puluh empat miliar." kata Syahrul Yasin Limpo.

Pernyataan itu pun langsung ramai diperbincangkan di media sosial setelah potongan videonya tersebar luas.

Selain menyinggung kasus yang menimpanya, SYL juga menyampaikan sejumlah pesan mengenai kepemimpinan.

Menurutnya, pemimpin yang baik harus mampu mengefisiensikan program dan menghindari pemborosan anggaran.

Ia juga menekankan pentingnya pemimpin menjaga keharmonisan di antara bawahannya serta tidak memicu perpecahan.

Baca Juga: Gaji Pokok di Info GTK Tiba-tiba Berubah, Ternyata Ini Penyebab Utamanya dan Cara Memastikan Data Tetap Aman

“Kalau kau membangun polarisasi, kau bukan pemimpin,” ujarnya.

Dalam ceramah tersebut, SYL juga menyinggung pentingnya pemimpin memperhatikan kesejahteraan anak buah.

Menurut dia, pemimpin tidak boleh membebani bawahan tanpa memikirkan kondisi mereka.

Potongan ceramah itu kini terus beredar di berbagai platform media sosial dan memicu diskusi publik mengenai pernyataan SYL.

Baca Juga: 1000 Pelajar Nyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza di Surabaya, Memperingati Apa? Ungkap Makna Musik dalam Perjuangan

Terutama terkait angka kontribusi Rp2.400 triliun dan Rp44 miliar yang ia sebutkan.***